Lifestyle
May30

Cara Menanam Kurma di Indonesia

Konon katanya pohon kurma tidak bisa ditanam di tanah yang belum pernah dipijak oleh para nabi. Ternyata eh ternyata, kabar tersebut adalah omong kosong belaka. Fakta membuktikan kalau kurma bisa ditanam di tempat manapun asalkan syarat hidupnya terpenuhi. Bahkan di Australia, Malaysia, Thailand, dan California, petani setempat sudah banyak yang membudidayakan tanaman ini. Oleh karena itu, kita yang tinggal di Indonesia jangan sampai deh ketinggalan. Apalagi tanah di negara kita tersohor akan kesuburannya.

Pada dasarnya harga kurma di Indonesia tergolong mahal. Sebut saja harga termurah biasanya disematkan pada kurma mesir yang juga kerap disebut kurma curah. Harga kurma tersebut adalah Rp 20.000/kg. Sedangkan yang paling mahal ialah kurma ajwa atau kurma nabi yang biasa dibanderol sekitar Rp 350-500 ribu/kg tergantung ukuran buahnya. Biasanya semakin besar ukuran buah kurma, kualitasnya semakin baik karena mengandung daging yang lebih tebal. Adapun kurma yang paling laris ialah kurma lulu atau kurma madu yang harganya Rp 110.000/kg.

Seperti yang sudah kami sebut di atas, kita beruntung sekali tinggal di Indonesia karena mempunyai tanah yang sangat subur. Hal ini juga berimbas pada waktu pemanenan buah kurma. Di habitat aslinya, pohon kurma baru bisa dipanen setelah berumur minimal 10 tahun. Berbeda dengan di Indonesia, pohon kurma yang berusia 5 tahun sudah mulai belajar membentuk buah. Anda bisa menanam kurma di dataran rendah yang banyak mendapatkan sinar matahari, ketersediaan air tanah cukup melimpah, dan cuaca panas di siang hari.

Perlu Anda ketahui, tanaman kurma adalah tumbuhan palma dengan kelamin terpisah atau biasa disebut berumah dua. Ada pohon kurma jantan, ada pula pohon kurma betina. Tentu saja, buah hanya bisa dibentuk oleh pohon kurma yang memiliki bunga betina. Sementara untuk pohon kurma dengan bunga jantan hanya akan menghasilkan serbuk sari dan tidak bisa berbuah. Penyerbukan bunga kurma selanjutnya bisa terjadi secara alami maupun buatan dengan bantuan manusia.

pohon-kurma-di-indonesia.jpg

Pohon kurma setidaknya dapat dikembangbiakkan melalui tiga metode antara lain :

Biji

Kurma secara generatif berkembang biak melalui biji. Kenyataannya biji dari buah kurma yang biasa Anda makan pun dapat dikecambahkan. Hal ini dikarenakan biji kurma tersebut masih hidup. Proses pengolahan buah kurma biasanya hanya dikeringkan untuk mengurangi kadar airnya supaya awet disimpan. Buah kurma tersebut sama sekali belum melalui perebusan.

Sayangnya sulit sekali membedakan jenis kelamin biji kurma. Begitu pula saat sudah menjadi kecambah sampai pohon, kurma belum dapat diketahui jenis kelaminnya secara pasti. Kita harus menunggu hingga pohon tersebut menghasilkan bunga/mayang. Bunga kurma jantan berwarna putih dan memiliki tepung sari. Berbeda dengan bunga kurma betina yang cenderung berkelir kekuning-kuningan serta mempunyai putik.

Pengembangan kurma lewat biji memang menjadi cara yang paling mudah. Sayangnya metode ini memiliki rasio kelamin yang tidak menguntungkan dan waktu berbuahnya sangat lama mencapai 9 tahun. Umumnya dalam setiap kali penanaman 100 biji kurma akan menghasilkan 10 pohon betina, 40 pohon hermaprodit, dan 50 pohon jantan. Patut diketahui, rasio ideal jantan-betina dari tanaman yang kita budidayakan adalah 1:40. Harapannya 1 pohon jantan dapat membuahi 40 pohon betina.

Bila Anda berminat menanam kurma dari biji, Anda bisa membeli bibitnya secara online di www.tokotanaman.com

Anakan

Metode kedua yang dapat dilakukan untuk mengembangbiakkan tanaman kurma ialah melalui anakan (offshot). Sama seperti tanaman palma lainnya, pohon kurma yang sudah dewasa akan menumbuhkan anakan di sekelilingnya. Menariknya semua anakan dari pohon kurma jantan bisa dipastikan berjenis kelamin jantan. Sedangkan pohon kurma betina akan menghasilkan anakan yang juga berjenis kelamin betina kurang lebih sebanyak 70 persen. Adapun sisa 30 persennya kemungkinan besar berjenis jantan dan hermaprodit.

Kultur Jaringan

Ilmu pengetahuan modern membuat metode perkembangbiakkan kurma dapat dilakukan lewat kultur jaringan. Keuntungan dari metode ini yaitu jenis kelamin bibit kurma yang dihasilkan dapat direncanakan sejak awal. Sayangnya sampai saat ini belum ada pihak di Indonesia yang berupaya untuk melakukan kultur jaringan kurma. Akibatnya bibit kurma dari kultur jaringan harus diimpor dari luar negeri sehingga harganya pun sangat mahal. Jangan kaget kalau harga bibit kurma kultur jaringan asal Thailand yang telah berumur 1,5-2 tahun bisa mencapai Rp 1-1,5 juta/batang.

Sejatinya membudidayakan pohon kurma di Indonesia tidaklah terlalu sulit karena tanah di negara kita jauh lebih subur dengan kandungan air tanah yang lebih banyak daripada kondisi tanah di tempat asal kurma. Walaupun modal awalnya besar namun jika sukses, laba yang bisa Anda dapatkan hingga 10 kali lipat dibandingkan tanaman perkebunan lainnya. Saran kami, tanamlah jenis kurma yang buahnya memiliki harga bagus dan stabil seperti kurma lulu (deglet noor), kurma bahre, dan kurma ajwa.