Lifestyle
Jul7

Cara Menanam Asparagus di Lahan yang Luas

Apakah anda ingin menanam asparagus? Bagi masyarakat Indonesia, sayuran asparagus mungkin terdengar asing. Selain karena tanaman ini berasal dari luar negeri, makanan Indonesia yang menggunakan asparagus sangatlah jarang.

Asparagus merupakan jenis sayuran yang dimanfaatkan bagian tunasnya. Sayuran ini menjadi salah satu bahan yang sering ditemui dalam pembuatan hidangan di restoran dan hotel. Asparagus ada dua macam, yaitu asparagus hijau dan putih. Sedangkan yang banyak digunakan di Indonesia adalah asparagus putih.

cara-menanam-asparagus.jpg

Selain sebagai bahan makanan, tanaman asparagus juga biasa menjadi koleksi taman karena bentuknya yang unik. Tanaman ini tumbuh secara merambat sehingga akan sangat cantik jika ditanam secara vertical garden.

Alat dan Bahan :

  • Bibit asparagus
  • Cangkul
  • Pupuk urea
  • Pupuk kandang
  • Pupuk TSP
  • Pupuk NPK
  • Pestisida
  • Pisau
  • Langkah-langkah :

    Pembuatan Bibit

    Asparagus bisa dikembangbiakan melalui biji, kultur jaringan, tunas, dan stek. Pada pembibitan biji, biji yang digunakan harus diseleksi dengan merendamnya. Biji yang bagus adalah biji yang tetap tenggelam. Biji ini lantas disemai pada tanah berpasir yang gembur dengan kepadatan 10×10 cm. Tanaman bisa dipindah ke lahan luas setelah berumur 5 bulan.

    Untuk metode perkembangbiakan yang lainnya, pada dasarnya sama. Yang perlu diperhatikan adalah kondisi tanaman induk harus sehat dan berkualitas baik. Pada tahap ini pupuk yang digunakan adalah pupuk urea dengan frekuensi pemberian sebulan sekali.

    Persiapan Lahan

    Persiapan media tanam dilakukan dengan mencangkul lahan secara merata. Kemudian tanah tersebut diberikan pupuk kandang. Lalu, lahan diatur dengan jarak per tanaman adalah 50 cm dan jarak per baris adalah 1,5 m. Selain itu, lahan juga perlu ditambahkan parit dengan kedalaman 20 cm.

    Penanaman Bibit

    Bibit yang dipindahkan harus berusia lebih dari 5 bulan dan dalam kondisi sehat. Usahakan pencabutan dilakukan dengan hati-hati untuk meminimalisir terputusnya akar tanaman. Jangan lupa memotong batang bibit hingga menyisakan ukuran 25 cm.

    Idealnya, penanaman dilakukan di pagi hari sampai jam 9. Lebih dari itu, terik matahari akan menyulitkan bibit untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya.