Lifestyle
Sep28

Begini Lho Cara Menanam Pare di Dalam Pot!

cara-menanam-pare.jpg

Apakah anda tertarik menanam pare di pot? Pare merupakan tanaman rambat yang cocok dipelihara di rumah. Meskipun rasanya pahit, buah pare ini memiliki penggemarnya sendiri. Jika anda merupakan salah satu yang menyukai kekhasan pare, anda bisa menanamnya sendiri di dalam pot dengan panduan berikut ini :

Alat dan Bahan :

  • Buah pare
  • Pot tanah
  • Kawat/bilah bambu
  • Tanah berhumus
  • Pupuk kompos
  • Cetok
  • Air

Langkah-langkah :

  1. Sebagai indukannya, kita bisa menggunakan buah pare yang sudah matang. Buah ini berwarna hijau kekuningan dengan daging yang agak lembek. Bijinya dipenuhi dengan lendir berwarna kemerah-merahan.
  2. Selanjutnya, belahlah buah pare tersebut secara melintang. Hati-hati jangan sampai melukai biji buahnya. Kumpulkan biji tersebut di mangkuk kecil.
  3. Sementara itu, anda bisa mulai mengolah media tanam yang akan digunakan. Media ini berupa campuran tanah dan pupuk kompos dengan perbandingan 4:1 atau disesuaikan dengan tingkat kesuburan tanah yang dipakai. Aduk campuran tanah tersebut agar keduanya tercampur rata.
  4. Siapkan pot tanah ukuran sedang. Kami lebih menyarankan memakai pot tanah karena kemampuannya dalam mengatur kelembaban media tanam di dalamnya.
  5. Berikutnya, buatlah satu lubang penanaman sedalam 3-5 cm di setiap pot. Masukkan 3 biji pare sekaligus ke dalam lubang tadi, lalu tutup kembali. Ingat, jangan pernah memadatkan tanah di lubang penanaman ini.
  6. Letakkan pot tersebut pada ruangan terbuka yang mendapatkan sinar matahari langsung. Biarkan tetap di sana selama seminggu tanpa perlu disiram air.
  7. Setelah seminggu berlalu, biasanya akan muncul tunas dari masing-masing biji. Anda boleh menyiramnya secukupnya saja. Hati-hati saat melakukan penyiraman ini jangan sampai mengguyur bibit pare karena bisa mematahkan batangnya yang lunak.
  8. Setelah batang pare sudah mencapai ukuran 15 cm, anda dapat menyiramnya setiap hari. Sama seperti melon, semangka, dan tanaman merambat lainnya, pare juga sangat menyukai air. Bahkan, media tanam yang kekurangan air bisa mengakibatkan tanaman pare di dalamnya mati kekeringan.
  9. Ketika ukuran batang sudah mencapai 25 cm, anda bisa menyediakan sandaran untuknya. Sandaran ini bisa berupa tali, kawat, maupun tongkat. Bentuklah sandaran ini sedemikian rupa menjadi rangkaian yang terlihat menarik. Seiring pertumbuhan tanaman, sandaran ini akan sepenuhnya tertutupi oleh daun sehingga nampak cantik sekali.
  10. Setelah berumur sekitar 3 bulan, tanaman pare akan berbunga. Bunga-bunga ini akan berubah menjadi bakal buah dalam waktu seminggu kemudian.
  11. Pada saat berbuah inilah tanaman pare rentan terkena hama dan penyakit. Ulat grayak, lembing, kumbang, kepik, lalat buah, dan siput merupakan contoh-contoh hama yang doyan memakan tanaman pare. Sedangkan penyakit yang menjangkiti tanaman ini di antaranya embun tepung, antraktosa, serta layu batang dan layu daun. Pembasmian musuh-musuh pare ini bisa dilakukan dengan menyemprotkan pestisida alami secukupnya.
  12. Pemanenan dilakukan pada buah-buah yang sudah berukuran besar dan belum matang. Rasa buah yang matang kurang enak karena teksturnya lembek. Paling sedap, buah ini ditumis bersama dengan udang dan jagung manis.
  13. Jika tanaman terus dirawat dengan benar, tanaman pare akan terus berbuah hingga 3 bulan setelah panen pertama.
  14. Selamat mencoba!