Bagaimana Cara Menanam Pohon Sengon?

Menanam pohon sengon termasuk bisnis dan budidaya dalam skala besar. Di samping modal yang dikeluarkan tidak sedikit, hasil keuntungannya pun terbilang sangat banyak. Bahkan dalam suatu kesempatan, Bapak Joko Widodo pernah mengatakan pohon sengon sebagai salah satu produk tanaman yang mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat secara efektif.

Secara umum, pohon sengon bisa tumbuh hingga ketinggiannya mencapai 40 meter dengan diameter sekitar 75 cm. Bagian yang memiliki nilai jual tinggi adalah batangnya, di mana batang/kayu ini biasa dimanfaatkan sebagai material bangunan dan bahan baku furnitur.

Alat dan Bahan :

  • Bibit sengon
  • Lahan
  • Pupuk kompos
  • Pupuk kandang
  • Cangkul/bajak
  • Bilah kayu/bambu

Langkah-langkah :

1. Lahan

Pohon sengon mampu tumbuh dengan baik di lahan lempung berpasir yang terletak pada ketinggian 10-800 meter dpl dengan suhu berkisar 20-27 derajat. Pastikan lahan yang digunakan tidak berkerikil, dekat dengan sumber air, dan jalan angkutan.

Lahan tersebut lantas dibersihkan dari rumput liar dan semak belukar, kemudian diolah dengan cara mencangkulnya agar struktur tanah menjadi lebih gembur. Jangan lupa untuk menambahkan pupuk kompos dan pupuk kandang untuk membuatnya semakin subur.

2. Bibit

Pada artikel kali ini, kami langsung menggunakan bibit yang sudah jadi demi keefektifan pembudidayaan sengon. Adapun harga bibit dengan ketinggian 1 meter, rata-rata sebesar Rp 1.000/bibit. Bibit sengon yang bagus bisa dilihat dari daunnya yang berwarna hijau segar, batang utama tumbuh sempurna, postur tidak kerdil, dan tidak ada bagian yang berpenyakit.

3. Ajir

Untuk menandai lubang tanam secara tepat, petani biasanya menggunakan ajir. Ajir ini dibuat dari bilah-bilah kayu atau bambu dengan ukuran sekadarnya saja. Nantinya, ajir ditancapkan tepat di lubang tanam dengan jarak 3×3 meter.

4. Lubang Tanam

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, lubang tanam dibuat di tempat ajir menancap. Idealnya, ukuran lubang yang diperlukan untuk menanam bibit sengon adalah 30x30x30 cm.

5. Penanaman

Penanaman harus dilakukan dengan sangat hati-hati untuk meminimalisir terjadinya kerusakan pada bibit tanaman sengon. Masukkan bibit tersebut tepat di tengah-tengah lubang dan usahakan tidak ada perakaran yang terlipat, karena akan berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan pohon tersebut. Terakhir, kubur kembali lubang tersebut dengan sedikit ditekan supaya bibit tetap dalam kondisi berdiri tegak.

6. Pemeliharaan

Pemeliharan pohon sengon meliputi penyulaman yaitu mengganti tanaman yang tidak normal dan mati dengan yang baru. Penyulaman pertama dilakukan saat bibit berumur 2-4 minggu dihitung sejak penanaman. Sedangkan, penyulaman kedua dilakukan dalam masa setahun.

Bentuk perawatan lainnya adalah membersihkan segala bentuk gulma yang berpotensi menyerang bibit tanaman secara rutin. Sebagai informasi tambahan, pohon sengon biasa dipelihara dengan sistem tumpang sari bersama jagung, padi gogo, atau kedelai.