8 Pilihan Material untuk Lantai Dapur

Apa saja pilihan material untuk lantai dapur? Pada ruangan dapur, lantai berfungsi sebagai salah satu pencipta ruangan yang nyaman. Biasanya, pemilihan lantai didasarkan pada jenis lantai yang mudah dibersihkan dan tahan terhadap suhu tinggi. Meskipun tidak terlalu diperhatikan, faktor keindahan desain juga berperan penting dalam mendukung terciptanya dapur impian anda.

Berikut ini beberapa pilihan material lantai dapur yang perlu anda ketahui :

1. Lantai Keramik

Lantai keramik merupakan lantai yang banyak dipilih karena cocok diterapkan pada berbagai gaya dan harganya pun terjangkau. Lantai keramik juga memiliki ragam warna, corak, ukuran, dan bentuk yang sangat banyak, sehingga memudahkan anda menyesuaikan mana yang diinginkan.

Kelebihan dari lantai ini adalah mudah dibersihkan dan motifnya tidak cepat memudar. Dari segi harga, lantai keramik dibandrol dengan harga yang lebih murah dibandingkan pesona yang dimilikinya. Sedangkan kekurangannya antara lain mudah licin, bisa retak dan pecah.

2. Lantai Batu

Meskipun terlihat sangat kokoh, dapur berlantai batu akan terasa hangat dan mampu menyambut siapapun yang datang ke rumah. Jenis lantai ini paling pas digunakan saat anda ingin menciptakan dapur sederhana bernuansa tradisional. Bentuk batu yang tidak sama akan menghasilkan tampilan dapur yang mengesankan.

Kelebihan dari lantai batu adalah dapur akan tampak menjadi lebih alami, lebih hangat, dan lebih nyaman. Sayangnya, meskipun material batu berharga murah, namun biaya instalasinya tergolong mahal. Lantai batu juga terasa kasar dan sulit dibersihkan karena kotoran mampu menempel kuat di celah-celahnya.

3. Lantai Laminasi

Lantai laminasi memiliki sifat yang mirip seperti lantai keramik, dan dibuat untuk meniru lantai kayu. Lantai laminasi dibuat dari campuran bahan-bahan rekayasa dan bersifat anti gores. Karenanya, lantai ini cocok digunakan jika di rumah anda ada anak kecil dan hewan peliharaan.

Pembersihan lantai laminasi dilakukan seperlunya saja karena tidak mudah kotor. Selain itu, instalasi lantai ini juga tergolong mudah dan hemat biaya. Akan tetapi, sifatnya yang tidak seperti kayu, membuatnya tidak bisa dimengkilapkan kembali. Artinya, lantai yang sudah memudar harus diganti.

4. Lantai Reklamasi

Lantai reklamasi adalah lantai yang dibuat dari kayu daur ulang. Kayu-kayu tua bekas furnitur dibentuk dan dihaluskan sedemikian rupa sehingga menjadi lantai bernuansa klasik.

Kelebihan dari lantai reklamasi, dapur akan terasa hangat, alami, dan penuh kenangan. Akan tetapi, kekurangan dari lantai ini biasanya berharga mahal dan sering ditemukan lubang bekas paku di beberapa bagiannya.

5. Lantai Parket

Sama seperti lantai reklamasi, lantai parket juga terbuat dari kayu solid. Bedanya, pada lantai parket, bahan kayu yang digunakan masih baru sehingga tampilannya pun lebih modern. Saat ini, lantai parket terdiri dari beberapa warna, mulai dari cokelat muda hingga cokelat tua. Pastikan anda tidak terjebak saat memilih warna karena salah-salah, dapur akan terasa sempit atau lantai parket kehilangan pesonanya.

Lantai parket memiliki tampilan unik yang bisa diperbarui dengan mengampelasnya lagi. Sayangnya, sifat kayu yang mampu menyerap air, membuat anda harus ekstra hati-hati agar tidak tumpahan masakan.

6. Lantai Semen

Sifat lantai semen yang kokoh membuatnya cocok diterapkan pada area dapur yang sibuk. Biaya pembuatannya pun paling murah dibandingkan dengan jenis lantai lainnya. Hampir semua noda yang mendarat di lantai ini, mulai noda kecap, saus, tumpahan makanan, bisa dibersihkan dengan gampang. Akan tetapi, saat musim penghujan, lantai semen akan terasa sangat dingin di kaki.

7. Lantai Gabus

Di Indonesia, lantai gabus jarang digunakan dan mungkin ini kali pertamanya anda mendengar jenis lantai ini. Lantai gabus biasanya dibuat dari hasil daur ulang sampah. Dinamakan gabus (cork) karena tekstur lantai ini elastis dan nyaman di kaki. Tapi anda tidak perlu khawatir, meski tampak mudah penyok, lantai ini memiliki kekuatan yang hampir sama seperti marmer, jadi kondisinya tetap bagus.

Dalam hal jamur, lantai ini juga anti jamur dan tidak membusuk. Sayangnya, perawatan lantai ini sangat rumit mengingat warnanya yang cepat pudar.

8. Lantai Linoleum

Seperti yang pernah kami bahas di sini, lantai linoleum tersedia dalam aneka desain yang modern. Secara wujud, lantai ini bisa dibentuk menyerupai kayu, batu, dan genteng.

Kelebihannya, lantai ini mudah diganti saat terjadi kerusakan, tahan lama, dan pemeliharaannya gampang. Kekurangannya rentan rusak jika terkena sinar matahari langsung.