Lifestyle
Jul26

7 Tips Agar Pengajuan KPR Disetujui Bank

tips-agar-kpr-disetujui-bank.jpg

Ketika Anda mengajukan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) maka Anda akan mendapatkan dua kemungkinan jawaban. Yang pertama adalah permohonan kredit Anda disetujui. Yang kedua permohonan kredit Anda ditolak. Karena ada dua jawaban bertentangan yang saling berimbang ini, maka Anda harus mempersiapkan strategi agar kemungkinan kredit diterima jauh lebih besar.

Pada umumnya, suatu bank sangat ketat dalam menimbang pengajuan KPR seseorang. Ada sejumlah dokumen dan peraturan yang harus ditaati oleh calon pemohon KPR. Hal dilakukan agar bank tidak mengalami kerugian yang disebabkan oleh setoran kredit yang macet atau NPL (Non Performing Loan).

Berikut ini kiat-kiat dari arafuru.com supaya permohonan KPR Anda lolos proses seleksi :

1. Memperindah Penampilan Keuangan Anda

Biasanya bank akan melihat catatan rekening tabungan Anda terlebih dahulu untuk membuktikan keabsahan laporan slip gaji yang dilampirkan. Karena itu, jika Anda menerima gaji dari perusahaan tempat Anda bekerja dalam bentuk tunai, maka segeralah simpan dahulu di bank sebelum menggunakannya untuk belanja sehari-hari. Dengan cara ini, bank bisa mengetahui bagaimana kondisi dan aliran uang di kehidupan Anda. Bagi pemilik kartu kredit, berhati-hatilah Anda karena semua riwayat kredit Anda telah dicatat oleh Bank Indonesia. Jika Anda sampai terlambat dalam membayar tagihan credit card, bisa-bisa hal ini akan menjadi penghalang Anda menerima KPR sebab reputasi kredit Anda dianggap buruk.

2. Menyadari Kemampuan Bayar

Pada dasarnya, setiap rumah memiliki harga yang berbeda-beda. Sedangkan masa KPR yang berlaku maksimal adalah 15 tahun. Anda harus mengetahui berapa kemampuan bayar Anda setiap harinya agar bisa memilih rumah yang sesuai dengan kondisi keuangan.

3. Proporsional dalam Mencicil Kredit

Bank mempunyai hak menolak pengajuan KPR ketika cicilan mencapai 33% dari penghasilan rutin. Bank mampu menganalisis dan memiliki cara tersendiri untuk mengetahui kondisi keuangan Anda, di antaranya dengan membaca pembayaran tagihan Anda. Jadi pastikan Anda melunasi hutang yang lainnya, baru setelah itu mengajukan KPR.

4. Menyiapkan Dokumen Secara Lengkap

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, ada cukup banyak dokumen yang perlu Anda persiapkan sebelum mengajukan KPR. Persiapan dokumen yang lengkap akan memberikan nilai positif kepada Anda. Untuk Anda yang seorang karyawan, dokumen yang diperlukan tidak sebanyak para pengusaha. Sedangkan untuk para wiraswasta, dokumen yang diperlukan meliputi NPWP, rekening bank, daftar pemasok barang, TDP (Tanda Daftar Perusahaan), Surat Izin Usaha, dan bukti transaksi pembayaran dengan konsumen. Sementara untuk Anda yang berprofesi sebagai dokter atau psikiater profesional, berkas dokumen dilengkapi dengan Surat Izin Praktik.

5. Bersikap Percaya Diri

Ingat bahwa kesan pertama pihak bank kepada Anda sangat menentukan nasib permohonan Anda. Bersikaplah percaya diri dan jawab pertanyaan dengan sopan. Untuk pertanyaan yang sering diajukan adalah apakah Anda memiliki tagihan lain, berapa dana yang diinginkan, berapa jumlah kendaraan yang Anda punya, berapa banyak kartu kredit yang dimiliki, dan lain sebagainya.

6. Mengajukan KPR ke Banyak Bank

Dengan cara ini Anda tidak perlu berlama-lama menunggu jawaban permohonan Anda dan ketika ditolak harus memulai perjuangan dari awal. Ditambah apabila seluruh permohonan KPR Anda disetujui maka Anda bisa leluasa memilih bank mana yang terbaik dalam memberikan kreditnya.

7. Menjaga Kepercayaan Bank

Sangat penting bagi Anda untuk selalu menjaga kepercayaan suatu bank terhadap Anda. Ketika Anda melanggar peraturan mereka, maka bukan tidak mungkin riwayat Anda akan diketahui oleh bank yang lain. Salah satu cara menjaga kepercayaan bank adalah dengan membayar cicilan kredit secara tepat dan jangan pernah terlambat.