6 Penyebab Kegagalan Menjual Rumah Lewat Listing Online

Apa saja penyebab kegagalan saat menjual rumah lewat listing online? Seiring dengan perkembangan teknologi, semakin maju juga media yang bisa digunakan untuk mempromosikan rumah. Jika dulu orang biasanya membuat penawaran di koran dan majalah, saat ini masyarakat jauh lebih tertarik memasarkannya lewat internet karena lebih cepat, lebih mudah, dan gratis.

Sebagai salah satu media listing online di Indonesia, Arafuru akan berbagi penyebab-penyebab suatu iklan rumah sepi peminatnya. Di antaranya :

1. Melampirkan Foto Berkualitas Rendah

Kesalahan paling sering dilakukan pengiklan adalah melampirkan foto yang berkualitas rendah. Mungkin bagi anda yang bertindak sebagai penjual, kualitas foto ini tidak berpengaruh apapun. Namun bagi calon pembeli, mereka akan kesulitan mengetahui bagaimana bentuk aslinya rumah yang anda tawarkan. Jika mungkin, hindarilah mengambil foto dengan kamera HP, apalagi kamera yang tidak dilengkapi dengan fitur canggih. Gunakan kamera jenis DSLR agar anda tampak profesional.

2. Jumlah Foto yang Dilampirkan Terlalu Sedikit

Rata-rata orang yang membuat listing online akan melampirkan foto sebanyak tiga buah. Malahan ada yang berani coba-coba menampilkan hanya satu foto saja. Padahal jumlah foto ini akan berpengaruh langsung terhadap minat calon pembeli. Semakin banyak ruangan yang bisa mereka ketahui, semakin yakin juga mereka untuk membeli rumah tersebut.

3. Pemakaian Kata yang Sangat Buruk

Kalimat yang anda gunakan pada listing online merupakan perwakilan dari ucapan anda. Jika anda memakai kalimat menarik yang mampu menjual, tentu pengaruhnya kepada calon pembeli akan sangat besar. Sebaliknya, penggunaan kata-kata yang buruk dan typo seringkali mengakibatkan calon pembeli enggan menggali lebih jauh rumah yang anda jual. Beberapa contoh kata yang harus dihindari misalnya dijual cepat, butuh dana segera, dijual murah, atau anda akan untung besar. Alih-alih membuat pembeli tertarik, kalimat ini malah akan menimbulkan pertanyaan baru, mengapa penjual berani menawarkan rumahnya dengan iming-iming ini?

4. Kurang Lengkap Mendeskripsikan Rumahnya

Kebanyakan para penjual rumah hanya berfokus pada segi interior jualannya. Mereka lupa bahwa ada sisi eksterior yang juga berpengaruh besar terhadap kenyamanan tinggal di rumah tersebut. Jadi mulai sekarang, ubahlah cara anda mendeskripsikan bangunan. Berikan gambaran yang lebih tentang fasilitas dan suasana yang akan pembeli dapatkan. Beberapa pembeli bahkan ada yang lebih tertarik dengan faktor keamanan dan kemudahan akses transportasi daripada bentuk rumah itu sendiri.

5. Belum Direnovasi

Salah satu tips menjual rumah yang pernah kami jelaskan sebelumnya adalah memperbaiki beberapa kerusakan di rumah tersebut. Rumah yang tampak sempurna lebih diminati calon pembeli. Apalagi jika warna cat dindingnya pun terlihat baru, calon pembeli akan lebih mudah terpincut.

6. Rumah Seakan Tidak Memiliki Kelebihan

Semua calon pembeli tentu menginginkan rumah idamannya terlihat sempurna. Karena itu, mereka lebih berminat pada rumah yang mempunyai banyak kelebihan dibandingkan dengan yang tidak memilikinya sama sekali. Kesalahan yang sering terjadi adalah penjual memberikan informasi rumah secara biasa-biasa saja. Padahal ada banyak kelebihan yang bisa anda tampilkan, seperti adanya kolam renang, dilengkapi perangkat keamanan yang canggih, bebas banjir, bebas macet, dibangun dengan desain rumah terbaru, dekat taman, dan sebagainya.