6 Jenis Lem Kayu yang Ada di Indonesia

Apa saja jenis-jenis lem kayu yang dijual di Indonesia? Bagi anda yang hobi membuat kerajinan tangan, pasti tidak asing lagi dengan namanya lem kayu. Meskipun fungsi utamanya untuk mengelem kayu, daya rekatnya yang sangat kuat membuat lem jenis ini juga bisa digunakan untuk menempelkan benda-benda yang terbuat dari material bahan yang lainnya.

Menurut bahan pembuatnya, ada lima jenis lem kayu yang beredar di Indonesia. Apa saja?

1. Lem PVAc

Lem PVA/PVAc (Polyvinyl Acetate) adalah jenis lem kayu yang paling banyak ditemukan di toko bangunan. Warnanya yang putih membuat lem ini juga biasa disebut dengan lem putih. Selain kayu, lem PVA juga bisa digunakan sebagai perekat koraltex, kain, dan kertas. Beberapa orang juga menggunakan lem ini sebagai plamur dinding rumah. Agar daya tempelnya lebih kuat, pastikan anda membiarkan lem selama 10 menit sebelum menempelkan kedua permukaan kayu. Terdapat dua jenis lem PVAc, yaitu lem yang dapat dibersihkan menggunakan air dan lem yang anti air.

2. Lem Polyurethane

Kelebihan dari lem yang dibuat dari bahan polyurethane adalah dapat diaplikasikan pada kayu-kayu interior dan eksterior rumah. Hal ini tidak terlepas dari daya tahan lem ini terhadap suhu dan kelembaban yang tinggi. Penting diperhatikan, permukaan kayu yang akan dilapisi oleh lem ini sebaiknya dalam kondisi basah serta sesegera mungkin menempelkan kedua sisi permukaan kayu agar sambungannya semakin kuat. Diperlukan waktu hingga 24 jam agar lem polyurethane ini benar-benar kering.

3. Lem Alica Aibon

Jika anda memerlukan lem kayu serbaguna yang dapat digunakan juga untuk bahan plastik, karpet, particle board, beton, kulit, dan logam, gunakan saja lem alica aibon. Rahasia yang terdapat dari lem ini sehingga bisa digunakan untuk berbagai material terletak pada komposisinya yang mengandung pelarut organik dan karet sintetis. Sama seperti lem PVAc, anda perlu mengeringkan lem ini selama 10-15 menit dahulu sebelum merekatkan kedua permukaan kayu yang akan disambung.

4. Lem Dextone Epoxy Adhesives

Jenis lem yang keempat adalah lem dextone epoxy adhesives yang berfungsi merekatkan kayu, keramik, plastik, besi, baja, dan tembaga. Untuk mengaplikasikan lem dextone ini, terlebih dahulu anda harus mencampurkan komponen resin dan hardener-nya menjadi satu. Kelebihan dari lem ini adalah daya rekatnya yang kuat sekali dan tahan terhadap suhu udara yang tinggi.

5. Lem Ethyl Cyanocrylate

Jika anda mendengar orang menyebut istilah lem korea, maka lem berbahan ethyl cyanocrylate inilah maksudnya. Ciri utama dari lem ini adalah memiliki struktur yang terasa kenyal seperti plastik. Itu sebabnya, lem ethyl cyanocrylate ini dapat digunakan untuk menyambung kembali permukaan kayu, plastik, karet, kulit, keramik, dan logam.

6. Lem Sealant Silicone Rubber

Bagi anda yang hobi dengan aquascape, pastilah langsung tahu dengan lem sealant silicone rubber ini. Yap, masyarakat Indonesia biasa menyebutnya lem silikon. Disamping untuk merekatkan kayu, lem ini juga sering digunakan untuk menyambung kaca-kaca sebagai konstruksi akuarium. Bahan-bahan yang lentur seperti plastik, kanvas, dan karet pun bisa diperbaiki kembali dengan memanfaatkan daya tempel dari lem ini.