5 Masalah Pada Kolam Ikan Koi dan Cara Mengatasinya

Di dalam proses pembangunan kolam ikan koi, dapat dipastikan anda akan menjumpai masalah-masalah yang akan menghampiri anda. Masalah yang paling umum terjadi antara lain air kolam berwarna hijau, kolam bocor, ikan koi mengalami stres, adanya titik mati, serta serangan predator seperti kucing dan tikus.

Untuk mengatasi masalah-masalah di atas, berikut panduan lengkapnya dari Arafuru.com :

1. Air Berwarna Kehijauan

Masalah pertama yang sering muncul pada kolam baru adalah air kolam berubah warna menjadi kehijau-hijauan. Kondisi ini muncul akibat di dalam air tumbuh alga dalam jumlah banyak. Alga bisa hidup subur berkat kandungan oksigen dalam air dan sinar matahari yang mengenainya.

Apa penyebabnya? Tidak lain dikarenakan sistem filterasi yang anda buat tidak bekerja dengan optimal. Filterasi yang baik umumnya dilengkapi dengan UV yang mampu mengikat alga menjadi gumpalan-gumpalan yang bisa disaring. Saat gumpalan ini menumpuk, saringan pada sistem filterasi bisa dibersihkan secara manual.

2. Kebocoran Kolam

Salah satu penyebab kolam yang anda miliki bocor adalah pembuatan bagian beton yang keropos. Akibatnya, beton tidak mampu menahan tekanan dalam air dan timbullah keretakan di dalamnya.

Selain itu, sambungan pipa yang renggang dan pergerakan di dasar tanah juga bisa mengakibatkan kolam anda menjadi bocor. Solusinya adalah anda bisa menambalnya kembali dengan adonan semen, meskipun tidak selamanya cara ini berhasil terutama jika lubang berukuran besar.

Biasanya, sumber kebocoran terletak di bagian dasar kolam. Ciri-cirinya adalah dinding kolam terlihat retak-retak dan ada material halus yang mengendap di sekitarnya.

masalah-ikan-koi.jpg

3. Ikan Menjadi Stres

Masalah ketiga ini biasanya menjangkit ikan-ikan koi baru. Seperti yang sudah kami bahas di sini, pelepasan ikan koi baru membutuhkan teknik tersendiri agar ikan tersebut mudah beradaptasi.

Pertama-tama, pastikan kolam anda memiliki tempat persembunyian bagi ikan, entah itu berupa tumbuhan air ataupun goa-goa yang anda buat sendiri. Selanjutnya, masukkan ikan beserta wadah kantung plastiknya ke dalam kolam. Ingat, jangan mengeluarkan ikan dari plastik terlebih dahulu. Biarkan sekitar satu jam sampai keadaan di plastik dan kolam menjadi sama. Terakhir, ikan koi siap dikeluarkan dari plastik dan dilepas ke kolam.

4. Munculnya Titik Mati

Titik mati adalah istilah untuk menyebutkan sudut di dalam kolam yang menjadi tempat menumpuknya kotoran-kotoran. Titik mati ini muncul karena kolam tidak dialiri arus yang cukup dan menyeluruh, yang mampu mendorong kotoran masuk ke dalam sistem filterasi. Apabila kondisi ini dibiarkan, bukan tidak mungkin kolam akan dipenuhi lumut. Akibatnya, kadar amonia pun meningkat dan akan membahayakan ikan koi yang diperlihara.

Untuk mencegah kondisi ini terjadi pada kolam koi anda, caranya mudah sekali. Anda cukup memasang suatu sistem aerator berupa air terjun/air mancur di beberapa titik. Pastikan sistem yang dipasang mampu bekerja efektif mendorong kotoran masuk ke kolam penyaringan.

5. Serangan Predator

Di Indonesia, predator bagi ikan koi yang anda pelihara adalah kucing dan tikus. Di beberapa kasus, kucing masih bisa dikendalikan agar tidak mendekati kolam koi. Namun untuk tikus, tentu akan susah sekali terutama jika jumlahnya banyak.

Solusi dari masalah ini adalah dengan memberikan jarak yang cukup antara permukaan air dengan tepi kolam. Saat anda mengisi kolam, jangan sampai air tersebut meluber ke tepi kolam, melainkan disisakan ruang kosong sekitar 10-15 cm. Dengan kondisi ini, tikus dan kucing hanya mampu memperhatikan ikan koi tanpa berani masuk ke dalam kolam.