Lifestyle
Dec7

5 Kelebihan Model Atap Rumah Berbentuk Pelana

Model atap rumah pelana cukup populer diterapkan pada rumah-rumah di Indonesia. Dinamakan pelana karena bentuk bumbungannya sepintas menyerupai pelana kuda. Kekhasan dari atap ini yaitu adanya konstruksi dua dinding berbentuk segitiga yang berfungsi sebagai penyangga atap rumah sehingga berbentuk miring.

kelebihan-model-atap-pelana.jpg

Berikut ini kelebihan-kelebihan dari model atap pelana ini, antara lain :

1. Risiko Kebocoran Terbilang Kecil

Salah satu alasan kenapa atap pelana memiliki risiko kebocoran yang kecil adalah tidak adanya pertemuan arah air yang berlawanan. Hal ini juga yang memungkinkan model atap ini tidak perlu dilengkapi dengan talang. Meskipun begitu, jika kemiringan atap terlalu landai, tetap saja risiko kebocoran masih ada. Kemiringan sebaiknya disesuaikan dengan curah hujan dan angin di daerah anda. Idealnya atap ini dibuat dengan kemiringan 35 derajat. Sementara jika curah hujan terbilang deras, buatlah atap yang agak curam.

2. Kebutuhan Material Bahan Relatif Sedikit

Konstruksi atap rumah berbentuk pelana ini tergolong sederhana. Anda hanya memerlukan kuda-kuda kayu sebagai penyangga atap. Selanjutnya, genteng siap dipasangkan. Karena bahan material yang digunakan lebih sedikit, maka anggaran biaya yang diperlukan pun akhirnya lebih murah.

3. Waktu Pengerjaannya Lebih Cepat

Seperti yang sudah disebutkan di atas, konstruksi awal atap pelana ini sangat sederhana. Meski tidak menutup kemungkinan, ada juga beberapa modifikasi yang menyebabkan bentuk konstruktsinya rumit. Dari sini, anda bisa mengambil kesimpulan jika pembuatan atap pelana bisa dilakukan lebih cepat ketimbang model lainnya. Sebagai tips tambahan bila anda menginginkan atap yang curam, gunakanlah genteng yang dilengkapi dengan sekrup sehingga posisinya tidak mudah berubah saat tertiup angin.

4. Memiliki Daya Serap Panas yang Baik

Kelebihan lainnya, atap pelana juga memiliki daya serap terhadap panas matahari yang baik. Meskipun hal ini juga dipengaruhi oleh bahan material atap yang digunakan, namun ruang kosong yang tercipta di antara atap dan plafon juga dapat berfungsi sebagai penetralisir hawa panas dari atas. Yap, seperti kita tahu atap pelana ini berbentuk miring, sehingga akan menciptakan suatu ruangan kosong yang agak luas di antara atap dan plafon. Udara yang terkumpul di ruang inilah yang akan mengurangi radiasi panas matahari yang mengalir ke bawah.

5. Cocok Diterapkan untuk Berbagai Desain Rumah

Atap rumah pelana bersifat fleksibel. Artinya, atap ini bisa anda terapkan baik untuk rumah bergaya tradisional, modern, hingga mewah. Hal ini tidak terlepas dari bentuknya yang sederhana sehingga bisa disesuaikan dengan unsur-unsur desain rumah dengan sangat mudah. Selain itu, atap pelana juga bisa dikembangkan ke model lain yang lebih rumit.