Lifestyle
Sep14

3 Jenis Rumput untuk Lapangan Sepakbola

Apa sajakah jenis-jenis rumput yang biasa ditanam di lapangan sepakbola? Sejatinya sepakbola merupakan olahraga yang sangat fleksibel. Anda tidak hanya bisa bermain sepakbola di lapangan, tetapi di tempat mana pun yang Anda mau. Asalkan tempat tersebut memiliki permukaan yang datar dan ukurannya cukup luas, maka sudah layak dijadikan sebagai tempat bermain sepakbola.

Namun tidak bisa dipungkiri bahwa bermain sepakbola di atas lapangan rumput terasa jauh lebih menyenangkan. FIFA sebagai lembaga tertinggi sepakbola dunia juga telah memberitahukan kalau lapangan standar untuk olahraga sepakbola terbuat dari rumput yang mempunyai ukuran tertentu. Para pemain bisa bergerak leluasa di lapangan rumput. Kalau pun terjatuh, mereka lebih aman.

rumput-lapangan-sepak-bola.jpg

Tahukah Anda, dari sekian banyaknya jenis-jenis rumput yang ada, hanya tiga jenis rumput yang dapat digunakan untuk lapangan sepakbola. Di antaranya yaitu Zoysia matrella (ZM), Cynodon dactylon (CD), dan Axonopus compressus (AC). Ketiga jenis rumput ini dipilih karena memiliki kelebihan-kelebihan tertentu yang meliputi regiditas, perakaran yang kuat, elastisitas, sanggup menahan beban, serta mempunyai kemampuan memulihkan diri.

  1. Rumput Manila (Zoysia matrella)

Rumput manila boleh dibilang sebagai rumput yang paling bagus untuk dipakai sebagai rumput lapangan sepakbola. Hal ini dikarenakan warna hijau daunnya yang jauh lebih pekat dari jenis-jenis rumput yang lain. Rumput ini juga mempunyai tingkat elastisitas yang sangat baik sehingga bola bisa bergelinding dengan lancar di atasnya. Rumput manila memiliki bentuk daun yang runcing serta tingkat regiditas yang rapat.

Tidak hanya itu, rumput manila mempunyai tingkat kekuatan akar yang baik sekali. Biar kondisinya tetap terjaga, dibutuhkan pengelolaan tingkat tinggi untuk merawat rumput jenis ini. Perawatan secara maksimal harus terus dilakukan yang secara tidak langsung juga menghabiskan biaya sangat mahal. Adapun harga rata-rata rumput manila sekitar Rp 80-100 ribu/m2.

  1. Rumput Bermuda (Cynodon dactylon)

Rumput bermuda memiliki wujud mirip seperti rumput manila, tetapi kekuatan akarnya sedikit lebih lemah. Akar rumput bermuda ini bisa terkelupas dari media tanamnya apabila terus-menerus terinjak oleh sepatu pemain sepakbola. Itu sebabnya, jumlah lapangan sepakbola yang memakai rumput Cynodon dactylon tidak terlalu banyak. Rumput CD justru lebih banyak ditanam di lapangan golf.

Rumput bermuda juga mempunyai warna hijau yang sangat menarik. Meskipun warna hijaunya tidak sepekat rumput ZM, namun tetap terlihat jelas saat berada di hamparan padang yang luas. Anda yang tertarik menanam rumput bermuda tidak perlu khawatir sebab perawatannya tidak terlalu merepotkan. Harga rumput Cynodon dactylon di Indonesia berkisar antara Rp 60-75 ribu/m2.

  1. Rumput Gajah (Axonopus compressus)

Jenis rumput terakhir yang sering dipelihara di lapangan sepakbola adalah rumput gajah (Axonopus compressus). Rumput ini dipilih karena memiliki sistem perakaran yang sangat baik. Warna daunnya juga indah sekali dengan tingkat kecerahan warna hijau yang pas. Biaya perawatannya pun relatif murah. Tidak heran, kebanyakan lapangan sepakbola di Indonesia menggunakan rumput jenis ini. Biasanya bibit rumput gajah dibanderol dengan kisaran harga Rp 35-50 ribu/m2.

Sayangnya ukuran daun rumput gajah yang cukup lebar mengakibatkannya gampang rusak/terkoyak begitu terkena pul sepatu. Daun tersebut juga mempunyai tingkat elastisitas yang kurang baik. Hal ini membuat pergerakan bola yang menggelinding di atas rumput gajah tidak terlalu lancar/tertahan. Perawatan yang tidak benar pun dapat membuat rumput gajah menjadi layu sehingga warnanya berubah menjadi hijau pucat atau hijau kekuning-kuningan.