Hobi
Jun5

Sst, Ini Rahasia Tips Menanam Bunga Tulip di Indonesia!

Menanam tulip di Indonesia, apakah mungkin benar-benar bisa dilakukan? Tulip adalah tanaman hias berbunga warna-warni yang indah sekali. Selain Belanda, tulip merupakan tanaman nasional dari Turki dan Iran. Bunga tulip sering diidentikkan sebagai simbol cinta yang sempurna. Hal tersebut tidak terlepas dari kemolekan pesona tanaman ini mulai dari bagian batang, daun, dan bunganya.

tips-menanam-bunga-tulip.jpg

Tulip

Tulip berasal dari genus Tulipa dalam famili Liliaceae alias bawang-bawangan. Di habitat aslinya, tanaman ini tumbuh secara liar di tempat yang memiliki ketinggian antara 7.000-8.000 meter dpl, seperti pegunungan Hindu Kush dan pegunungan Pamir. Tanaman ini dapat berkembang biak melalui umbi dan biji, serta bisa tumbuh dengan baik hingga ukurannya mencapai 10-50 cm. Daun tulip berwarna hijau kebiruan, berbentuk sempit memanjang, dan dilapisi zat lilin pada permukaannya. Bunga tulip terdiri atas 6 helai daun mahkota ukuran besar yang berkelir ungu, merah, biru, jingga, hijau, dan kuning.

Ada banyak penghobi tanaman di Indonesia yang mengaku ingin menanam tulip di taman rumahnya. Tetapi mengingat habitat asli tumbuhan ini berada di daerah-daerah beriklim dingin yang sangat kontras dengan iklim tropis, muncul anggapan kalau tulip tidak bisa dipelihara di Nusantara. Walaupun begitu anda jangan pesimis dulu, tidak sedikit para pecinta tulip yang mengaku bisa menumbuhkan tanaman ini dengan memberikan perlakukan-perlakukan khusus secara intensif.

Di bawah ini kiat-kiat dari Arafuru selengkapnya :

1. Tanam Tulip di Ruangan Bersuhu Ideal

Pada dasarnya, tulip dapat tumbuh dengan normal jika dipelihara di tempat yang memiliki suhu antara 17-18°C. Namun karena kebanyakan daerah di Indonesia bersuhu 27-30°C, maka mau tidak mau anda harus menanamnya di ruangan yang telah dilengkapi AC. Nyalakan AC dan atur suhunya mencapai titik derajat yang dimaksud. Agar lebih hemat energi, sebaiknya anda membudidayakan beberapa tanaman tulip sekaligus.

2. Jangan Taruh di Tempat yang Lembab

Dengan tujuan untuk mendapatkan suhu ruangan yang ideal secara gratis, lantas anda meletakkan tulip di kamar mandi atau ruangan berkelembaban tinggi lainnya. Padahal hal ini sangat tidak disarankan karena justru dapat membusukkan umbi tulip tersebut. Di samping itu, tempat yang lembab juga akan memicu tumbuhnya jamur yang bakal mematikan bibit tulip kepunyaan anda.

3. Jemur Setiap Pagi

Sebagaimana tanaman indoor lainnya, tulip pun perlu dijemur agar bisa mendapatkan sinar matahari secukupnya untuk berfotosintesis. Waktu yang paling tepat untuk menjemur tulip adalah saat matahari bersinar hangat pada pukul 07.00-09.00. Biarkan tanaman ini mendapatkan sinar matahari pagi selama 2 jam setiap hari. Setelah itu, masukkan kembali tanaman tulip ke dalam ruangan.

4. Biji atau Umbi?

Tulip bisa dikembangbiakkan melalui biji dan umbi. Hanya saja, penanaman biji tulip akan menghasilkan tanaman yang lebih lamban berbunga daripada penanaman memakai umbi. Rata-rata tulip yang ditanam dari biji memerlukan waktu sekitar 5-6 tahun supaya bisa berbunga. Bandingkan dengan tulip yang ditanam dari umbi yang sebatas membutuhkan waktu setahun untuk bisa menghasilkan bunga-bunga indah. Perlu diketahui, secara alami tulip menghasilkan biji berbentuk bundar pipih yang dibungkus selaput kering, sedangkan umbi bisa didapatkan dari pemotongan bunga tulip yang telah selesai mekar.

5. Agar Bunga Tulip Mekar Lama

Ada kiat khusus yang harus dilakukan supaya bunga tulip bisa mekar dalam waktu lebih lama. Caranya yaitu ketika bunga tulip masih berupa kuncup, anda bisa menusuk bagian bawah kuncup bunga sampai tembus menggunakan jarum. Hal tersebut akan memicu keluarnya gas etilen yang diproduksi oleh bunga yang terluka tadi sehingga dapat memperpanjang lamanya waktu mekar bunga. Namun jangan sekali-kali melakukan tindakan yang sama pada bunga tulip yang telah mekar karena malah bakal mempersingkat masa mekar bunganya.