Hobi
Jun7

Kelebihan dan Kekurangan Akuarium Akrilik

Akuarium akrilik adalah akuarium yang terbuat dari bahan akrilik. Sebenarnya akrilik tidak sama dengan kaca. Akrilik termasuk salah satu jenis dari plastik. Bahan ini begitu istimewa karena mempunyai tingkat kejernihan yang sangat tinggi dan strukturnya pun kokoh. Tetapi berbeda dengan kaca yang bersifat getas, akrilik ini bersifat elastis dan tidak mudah pecah.

Atas kelebihan-kelebihan yang dimilikinya itulah, akrilik pun kini biasa digunakan untuk membuat akuarium. Akuarium akrilik hadir dengan desain yang sangat menarik dan berbeda-beda. Tidak seperti akuarium kaca yang hanya tersedia dalam bentuk kubus atau balok, akuarium akrilik tersedia dalam beraneka ragam bentuk yang membuatnya tampak begitu unik. Bahkan beberapa akuarium juga dibentuk dengan desain yang tidak umum.

kelebihan-kekurangan-akuarium-akrilik.jpg

Jika Anda tertarik untuk membeli akuarium akrilik, perhatikan plus minusnya terlebih dahulu!

Bentuk

Ada bermacam-macam plastik yang tersedia di pasaran. Salah satunya ialah akrilik. Sama seperti dengan jenis plastik yang lain, akrilik pun bersifat elastis sehingga gampang dibentuk sesuai keinginan. Produsen akuarium akrilik tidak pernah kehabisan ide untuk membuat produknya tampil unik dengan menciptakan bentuk dan desain yang berbeda. Jika biasanya akuarium kaca tersedia dalam bentuk kubus, balok, atau tabung, maka pilihan bentuk akuarium akrilik ini lebih bervariasi.

Pecah

Kekurangan utama yang dimiliki oleh akuarium kaca adalah mudah pecah. Ini dikarenakan akuarium kaca bersifat keras dan getas. Bila bagian yang pecah tersebut terletak di bawah, praktis akuarium pasti akan bocor sehingga tidak mungkin digunakan lagi. Kebocoran pada bahan kaca tidak bisa ditambal atau diperbaiki. Berbeda dengan plastik, bahan ini sangat lentur sehingga tidak begitu rawan pecah. Akrilik terbilang sangat kuat serta tahan terhadap benturan.

Jernih

Jika ukurannya tipis, akuarium kaca boleh dibilang tampak lebih jernih daripada akuarium akrilik. Namun seiring dengan bertambahnya tingkat ketebalan akuarium kaca, tingkat kejernihannya pun akan semakin menurun. Tidak heran akuarium kaca yang terlalu tebal biasanya tampak buram. Akuarium kaca juga gampang ditumbuhi lumut di permukaan dindingnya sehingga air tampak berwarna kehijau-hijauan. Hal yang sama tidak terjadi pada akuarium akrilik karena tingkat kejernihannya relatif konstan serta tidak ditumbuhi lumut. Oleh karena itu, akuarium raksasa biasanya terbuat dari bahan akrilik.

Ringan

Akuarium akrilik juga memiliki bobot yang lebih ringan daripada akuarium kaca. Penyebabnya tidak lain karena susunan partikel-partikel akrilik tidak terlalu rapat. Hal ini pula yang membuat sifatnya lebih lentur/elastis. Berbeda dengan akuarium kaca yang terasa berat sebab partikel-partikelnya tersusun secara rapat. Sayangnya ikatan susunan partikel kaca ini tidak terlalu kuat sehingga gampang sekali terputus bila dikenai benturan. Pada ukuran yang sama, bisa dibilang bobot akuarium akrilik hanya separuh dari akuarium kaca.

Tergores

Salah satu kelemahan dari akuarium akrilik ialah permukaannya mudah tergores. Kalau sudah begini, tampilannya pun sudah tidak jernih lagi. Tetapi goresan pada permukaan akrilik bisa dihilangkan dengan melakukan perawatan tertentu. Kami akan memberitahukannya pada artikel selanjutnya. Sedangkan untuk akuarium kaca lebih tahan terhadap goresan. Namun bila sudah tergores tidak dapat diperbaiki lagi. Goresan tersebut lama-kelamaan akan menjadi keretakan hingga menyebabkan kebocoran.

Pembuatan

Proses pembuatan akuarium kaca bisa dibilang tidak terlalu sulit. Waktu yang dibutuhkannya pun cukup cepat, apalagi buat Anda yang sudah terbiasa membuatnya. Karena pembuatan akuarium kaca pada dasarnya dilakukan dengan menempelkan lembaran-lembaran kaca hingga membentuk kubus atau balok. Sementara itu, proses pembuatan akuarium akrilik lebih susah daripada akuarium kaca. Anda pun memerlukan waktu yang lebih lama.

Lem

Lem yang digunakan untuk membuat akuarium akrilik berbeda dengan akuarium kaca. Pada akuarium akrilik, kita harus menggunakan lem yang berjenis solven. Hal ini akan membuat hasil akhir sambungannya menjadi akrilik semua sehingga tidak rawan bocor. Di sisi lain untuk menyambung kaca, kita memakai lem yang berbasis silikon. Lem silikon ini tetap akan berbentuk silikon dan tidak berubah menjadi kaca. Itu sebabnya, daya rekat lem tersebut lama-kelamaan bisa menurun hingga mengakibatkan terjadinya kebocoran pada akuarium Anda.

Harga

Sudah menjadi rahasia umum kalau produk yang berkualitas bagus dengan tingkat permintaan yang tinggi pasti memiliki harga yang lebih mahal. Begitu pula dengan akuarium akrilik. Akuarium ini biasanya dibanderol dengan rentang harga yang lebih tinggi ketimbang akuarium kaca karena terbukti mempunyai mutu yang lebih baik. Sedangkan untuk harga akuarium kaca biasanya masih terjangkau untuk para pemula.