Hobi
Aug19

Cara Pembibitan Ikan Koi yang Benar

Bagaimana cara pembibitan ikan koi dilaksanakan? ikan koi merupakan ikan hias yang mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Ikan ini begitu disukai karena mempunyai tubuh yang berwarna cerah serta gerakan lincah. Dan yang pastinya, ikan koi termasuk ikan yang relatif mudah dipelihara.

Terdapat 5 (lima) faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam membibitkan ikan koi di antaranya :

  1. Tempat Pembibitan dan Kualitas

Kolam semen atau fiberglass merupakan kolam yang paling tepat digunakan untuk memijahkan ikan koi. Kolam ini lantas diisi dengan air sampai kedalamannya sekitar 30-60 cm tergantung ukuran ikan induk. Air yang bagus adalah air yang mengandung kadar garam terlarut antara 0.1-1%, pH berkisar 5.5-7.5, kesadahan air 50-200 derajat dH, kadar oksigen 4 ppm, dan suhu 10-30 derajat celsius.

Sebelum dimasukkan ke dalam kolam, air tersebut sebaiknya didiamkan terlebih dahulu selama 3 x 24 jam. Tujuannya yaitu mengendapkan kotoran-kotoran yang terlarut di dalam air. Lengkapi pula kolam pemijahan ini memakai aerator untuk mengontrol kadar oksigen serta ijuk yang digepit bambu sebagai tempat meletakkan telur ikan.

cara-pemijahan-ikan-koi.jpg

  1. Proses Pemilihan Induk

Syarat utama induk yang bagus yakni ikan koi yang sudah matang kelamin dan matang tubuh. Arti matang kelamin adalah ikan jantan sudah menghasilkan sperma dan ikan betina pun telah memproduksi telur yang matang. Sedangkan, matang tubuh maksudnya ikan-ikan koi tersebut sudah layak menjadi induk-induk yang produktif bila ditinjau dari karakteristik fisiknya.

Syarat-syarat lain yang harus dipenuhi oleh calon induk ikan koi antara lain mempunyai tubuh yang sehat, tidak cacat, sisiknya rapi, dan bersirip lengkap. Selain itu, calon induk yang dapat melahirkan benih-benih ikan koi yang unggul biasanya mempunyai gerakan yang anggun, gemulai, seimbang, dan tidak lemas. Pada umumnya, calon induk ikan jantan yang ideal berumur 2 tahun serta ikan betina berumur 3 tahun.

  1. Pemijahan Ikan Induk

Perbandingan ikan jantan dan ikan betina yang perlu dipersiapkan untuk mendukung proses pemijahan adalah 2:1 atau 3:1. Dengan menggunakan induk jantan lebih dari satu, maka risiko kegagalan dapat diminimalisir. Sebelum pemijahan dimulai, ikan-ikan induk ini harus dipisahkan selama 3-5 hari. Selama masa karantina ini, hanya ikan betina saja yang boleh diberi pakan sedangkan ikan jantan dipuasakan.

Setelah waktu karantina selesai, Anda bisa menyatukan ikan jantan dan ikan betina ke dalam kolam pembibitan. Tahap ini hendaknya dilaksanakan ketika sore hari antara jam 4-6 sore. Kemudian tutup kolam tersebut memakai jala. Lalu biarkan kolam pemijahan ini selama semalaman agar ikan-ikan di dalamnya dapat memijah.

Pada keesokan harinya, periksalah kondisi kolam terutama di bagian ijuk. Apabila terdapat telur-telur ikan yang menempel di ijuk tadi, disarankan untuk mengeluarkan semua ikan induk dari dalam kolam pemijahan. Sebaliknya jika kondisi kolam masih kosong, Anda bisa mengganti ikan betina dengan yang lainnya.

  1. Tahap Pemeliharaan Burayak

Telur-telur ikan koi biasanya akan menetas dalam waktu 3-4 hari. Semua burayak ikan koi yang sudah menetas ini belum memerlukan makanan karena mereka memiliki cadangan makanan yang menempel di tubuhnya. Jadi pemberian pakan bisa mulai dilakukan setelah 4 hari kemudian. Pakan yang diberikan berupa cacing darah setiap 5 kali/hari selama 45 hari. Selama tahap pemeliharaan burayak, jangan mengganti air di kolam melainkan cukup menambahkan secukupnya saja.

Benih-benih ikan koi yang sudah dapat berenang secara sempurna wajib dipindahkan ke dalam kolam pembesaran. Kolam ini bisa terbuat dari tanah, terpal, beton, dan lain-lain. Kolam pembesaran ikan koi tersebut sebaiknya sudah disiapkan dalam dua minggu sebelum digunakan untuk membesarkan ikan-ikan koi anakan.

  1. Proses Seleksi Benih

Proses penyeleksian benih ikan koi ini terbilang cukup rumit. Paling baik, proses ini dikerjakan ketika ikan koi masih berusia 1-3 bulan. Faktor yang digunakan untuk menyeleksi benih-benih tersebut adalah ukuran dan jenisnya. Tujuan dari proses ini yaitu mendukung pertumbuhan ikan-ikan koi, khususnya ikan yang memiliki daya tumbuh lambat.

Tahap seleksi ini dilaksanakan sebanyak 3 kali dengan rincian pada hari ke-15, hari ke-50, dan hari ke-60. Dari semua telur yang menetas menjadi burayak, ikan koi anakan yang mempunyai kualitas tinggi berkisar antara 10-20 persen. Ciri-ciri ikan koi yang berkualitas ialah memiliki badan dan sirip yang normal, warna tubuhnya sudah tampak sesuai jenisnya, serta warna tersebut terlihat tegas dan tidak bercampur dengan warna-warna lainnya.