Hobi
May12

Cara Menanam Lemon Organik agar Cepat Berbuah

Bagaimana cara menanam lemon organik agar cepat berbuah? Siapa sih orang yang tidak mengenal buah lemon? Buah yang mempunyai rasa masam, aroma segar, dan kulit berwarna hijau kekuning-kuningan ini merupakan tanaman serbaguna.

Yap, selain bisa digunakan untuk membuat suatu makanan dan minuman, buah lemon juga dikenal dapat dimanfaatkan untuk membersihkan seisi rumah. Mulai dari menghilangkan bau tak sedap, menghapus noda di dinding, menyegarkan interior ruangan, hingga melunturkan kotoran membandel di perabotan. Tak ayal, memelihara tanaman lemon sendiri di pekarangan akan membuat anda leluasa dalam mengambil buah yang masih segar.

cara-menanam-jeruk-lemon.jpg

Lemon

Namun, kebanyakan orang yang menanam jeruk lemon di rumah mengaku tanamannya lamban berbuah. Bahkan ada pula yang mengatakan pohon lemonnya tidak mau berbuah sama sekali. Kalau sudah begini, mungkin ada sedikit kekeliruan yang dilakukan pada saat proses penanaman maupun perawatan lemon.

Yuk, ikuti panduan langkah-langkah penanaman jeruk limau berikut ini :

Alat dan Bahan :

  • Buah lemon organik
  • Pot penyemaian
  • Tanah berhumus
  • Pupuk kompos
  • Pupuk kandang
  • Plastik
  • Air
  • Cetok
  • Pisau

Langkah-langkah :

  1. Pilih buah lemon organik yang memiliki kualitas terbaik untuk dijadikan sebagai indukan tanaman. Ciri-cirinya yaitu buah berusia cukup tua, kondisinya sehat, berwarna cerah, tidak mengalami kecacatan, dan berukuran besar. Potong buah tersebut sedemikian rupa untuk mengambil biji-bijinya tanpa melukai fisik biji tersebut. Kumpulkan biji-biji ini ke dalam mangkuk berisi air agar kelembabannya terjaga.
  2. Siapkan pot penyemaian yang memiliki diameter 10-15 cm dengan kedalaman 15-20 cm. Campurkan media tanam berupa tanah berhumus dan pupuk kompos secara merata, bertekstur remah, dan lembab. Masukkan media tanam ini ke dalam pot sampai penuh. Buat lubang penanaman seukuran jari telunjuk dengan jarak 5 x 5 cm dan kedalaman 1 cm.
  3. Biji-biji lemon yang sudah terkumpul lantas ditanamkan pada pot penyemaian dengan jumlah 1 biji/lubang. Kubur biji tersebut dengan tanah tanpa ditekan-tekan dan siram secara perlahan. Untuk menjaga kondisi pot penyemaian tetap lembab, pasanglah lembaran plastik sebagai penutup pot lalu lubangi agar biji tetap bisa mendapatkan oksigen.
  4. Bibit lemon bisa dipindahkan ke pekarangan rumah setelah bibit tersebut berukuran 5-10 cm. Angkat bibit-bibit ini bersama media tanamnya untuk menjaga bagian akar tumbuhan tidak rusak. Proses pemindahan ini sebaiknya dilakukan pada sore hari sehingga tanaman bisa beradaptasi dengan sempurna terhadap lingkungan barunya.
  5. Kunci dari penanaman lemon organik agar cepat berbuah adalah pencahayaan. Pastikan tanaman bisa mendapatkan sinar matahari yang cukup dengan menempatkannya di posisi yang tepat. Hindari menanam lemon di samping pohon berukuran besar atau di bawah kanopi, karena tangkapan sinar matahari yang seharusnya diterima menjadi terhalang.
  6. Pupuk organik seperti pupuk kompos dan pupuk kandang juga dapat diandalkan untuk merangsang pertumbuhan bakal buah lemon. Pupuk tambahan ini berfungsi untuk menjaga tingkat kesuburan tanah, sehingga tanaman lemon bisa memperoleh nutrisi yang dibutuhkannya. Pemberian pupuk idealnya dilakukan setiap tiga bulan sekali.
  7. Hal yang tidak boleh dilupakan adalah pemberantasan hama dan penyakit dengan metode-metode alami di sini sehingga tanaman lemon bisa tumbuh sempurna. Lakukan juga pemangkasan pada cabang dan ranting pohon secara berkala untuk memicu tumbuhnya cabang-cabang baru yang lebih produktif. Pada umumnya, tanaman lemon akan menghasilkan buah setelah berumur 3-5 tahun.