Hobi
Mar16

Cara Membuat Kompos Organik dari Sampah Rumah Tangga

Bagaimana cara membuat kompos organik dari sampah rumah tangga? Bagi anda yang hobi berkebun pasti sudah akrab dengan pupuk kompos. Yap, kompos dikenal sebagai pupuk organik yang akan meningkatkan unsur hara yang dikandung tanah sehingga membuatnya lebih subur.

cara-membuat-pupuk-kompos.jpg

Pupuk Kompos

Ternyata, proses pembuatan pupuk kompos ini bisa dilakukan dengan mudah lho. Bahkan anda bisa memanfaatkan sampah-sampah sisa sayuran, kulit buah, dan batang tanaman dari dapur rumah tangga anda. Berikut ini panduan lengkapnya :

Alat dan Bahan :

  • Sampah nabati
  • Pupuk kompos
  • Keranjang berlubang
  • Kardus bekas
  • Sekam/gabah padi
  • Serbuk kayu
  • Tongkat pengaduk

Langkah-langkah :

  • Mula-mula sampah di dapur perlu disortir terlebih dahulu untuk mengambil sampah nabati seperti sisa sayuran, kulit buah, dan lain-lain. Jangan gunakan sampah hewani karena bisa menimbulkan belatung, serta memicu kucing dan anjing untuk mengaisnya. Sementara sampah yang bersifat anorganik seperti plastik, setero foam, mika, dan lain-lain harus disingkirkan.
  • Potong-potonglah sampah nabati yang telah terkumpul menjadi ukuran lebih kecil sehingga mudah hancur dan membusuk. Apabila terdapat sisa sayuran yang mengandung santan, sebaiknya dibilas air dahulu lalu ditiriskan. Perlu diketahui, santan mampu meningkatkan kandungan asam sehingga mempersulit sampah untuk hancur.
  • Siapkan wadah pengomposan berupa keranjang berukuran 200 liter dan memiliki lubang-lubang kecil. Adanya lubang tersebut memungkinkan udara tetap bisa masuk ke dalam wadah, sekaligus mengeluarkan kandungan air agar tidak terjebak di dalam wadah.
  • Sebagai lapisan pertama, masukkan kardus ke dalam keranjang tadi. Pori-pori pada kardus akan menyerap kelebihan air supaya kelembaban di dalam keranjang tetap terjaga. Di samping itu, kardus juga berfungsi sebagai penahan media pengomposan agar tidak mudah keluar dari wadah, mengingat keranjang yang digunakan memiliki lubang-lubang.
  • Lapisan kedua dan ketiga adalah gabah padi dan pupuk kompos dengan jumlah secukupnya. Pupuk kompos ini digunakan sebagai biang untuk memicu perubahan sampah nabati menjadi kompos dengan lebih cepat. Kedua lapisan ini diisikan ke keranjang sampai memenuhi sepertiga volume wadah.
  • Lapisan selanjutnya adalah sampah nabati yang sudah disiapkan tadi kita masukkan ke dalam wadah pengomposan. Apabila sampah terlalu basah, anda bisa menambahkan serbuk kayu secukupnya. Aduk-aduk kedua bahan ini dengan tongkat agar tercampur rata.
  • Jika seluruh bahan sudah dimasukkan ke keranjang, tambahkan sekam padi di lapisan paling atas. Kemudian, tutup keranjang tersebut dan biarkan agar mengalami pembusukan selama 3 hari.
  • Setelah 3 hari berlalu, anda bisa mengecek kondisi adonan kompos di dalam keranjang tadi. Ciri-ciri pengomposan yang berhasil adalah jika diraba maka adonan terasa hangat dan jika diaduk maka adonan akan mengeluarkan uap air.
  • Pupuk kompos ini digunakan untuk menyuburkan tanah di taman rumah anda setelah menunggu waktu 4-6 minggu kemudian.
  • Tidak sulit kan? Selamat mencoba ya.