Hobi
Jun4

Cara Membuat Filter Aquarium Sendiri

Salah satu kendala yang sering dialami oleh para pemilik aquarium adalah kondisi airnya yang mudah sekali kotor atau keruh. Untuk mengatasinya, filter dianggap sebagai solusi yang paling tepat. Dengan memasang filter di aquarium, kualitas air dapat lebih dipertahankan sehingga kita tidak perlu repot mengurasnya setiap hari. Sayangnya filter yang dijual secara umum di pasaran memiliki kinerja yang belum terlalu maksimal.

Beberapa kekurangan dari filter standar di antaranya :

  1. Performanya tidak begitu bagus. Jika jumlah ikan terlalu banyak, filter tidak sanggup menyaring kotoran di dalam air.
  2. Mempengaruhi kualitas air yang disaring. Bahkan ada filter yang dapat memicu datangnya bibit penyakit yang menyerang ikan.
  3. Harus sering dicek dan dirawat setiap hari karena kemampuannya tidak stabil. Jika lengah, ikan bisa mati sebab ternyata filter tidak bekerja semestinya.
  4. Perawatannya sangat rumit. Anda harus sering menguras air di akuarium dan tidak bisa hanya mengandalkan filter ini.
  5. Berpengaruh besar terhadap kondisi air. Beberapa filter juga dapat mengakibatkan nafsu makan ikan menurun.

Filter yang dibuat khusus untuk aquarium kita sendiri dinilai dapat mengatasi masalah-masalah di atas. Bahkan jika berhasil, Anda tidak perlu lagi menguras air di aquarium tersebut selama-lamanya. Anda cukup menambahkan air yang menguap saja. Filter ini nyaris sama sekali tidak membutuhkan perawatan. Anda hanya perlu mengganti kapas secara berkala agar kebersihannya tetap terjaga. Hasilnya air pun menjadi jernih sekali serta tidak mengganggu pemandangan ketika kita ingin menikmati keindahan aquarium.

Biaya yang diperlukan untuk membuat filter ini pun terbilang cukup parah. Anda bisa menggunakan botol-botol plastik bekas air minum mineral sebagai wadahnya. Begitu pula dengan bahan-bahan pengisi filter sangat mudah kita jumpai di toko bangunan atau toko ikan hias terdekat. Anggaran yang paling besar mungkin terletak pada pengadaan pompa air rendam. Anda bisa menggunakan pompa berkapasitas 900 liter/jam untuk standarnya. Kalau ingin yang lebih cepat, pakailah pompa yang kemampuannya mencapai lebih dari 2000 liter/jam.

Alat dan Bahan :

  • 2 buah botol plastik 2 L
  • 1 buah botol plastik 1 L
  • 4 buah pipa paralon
  • 1 buah lem paralon
  • 1 buah alat filter aquarium standar yang dilengkapi pompa
  • 2 buah keramik ring
  • 1/2 kg pasir silika kasar
  • 1 buah japmat
  • 2 kg arang aktif
  • 15 butir bioball yang bulat dan kecil
  • 1 buah batu kali atau batu putih
  • 1 wadah kapas filter aquarium

Susun alat dan bahan di atas sesuai dengan skema gambar desain di bawah ini!

cara-membuat-filter-aquarium.jpg

Keterangan :

Wadah kiri menggunakan botol plastik berkapasitas 2 liter. Kemudian disambung menggunakan pipa paralon dengan wadah tengah. Wadah tengah ini terbuat dari dua botol plastik ukuran 2 liter yang disatukan. Setelah itu, wadah tengah ini juga dihubungkan ke wadah kiri yang berukuran 1 liter memakai pipa paralon. Di wadah kanan ini terdapat lubang penutup di bagian bawahnya yang berfungsi untuk mengeluarkan kotoran yang mengendap di air.

membuat-filter-aquarium-sendiri.jpg

Anda juga perlu mengikuti kiat-kiat yang harus dilakukan berikut untuk merawat filter aquarium buatan sendiri ini supaya dapat bekerja terus sesuai perencanaan!

    1. Perlu digarisbawahi, filter ini akan bekerja secara maksimal apabila sudah dipasang minimal selama seminggu. Jadi apabila dalam waktu 7 hari pemakaian akuarium Anda masih tampak keruh, jangan menyerah terlebih dahulu. Nyalakan saja filter ini terus-menerus minimal selama seminggu dan perhatikan hasilnya. Lama-kelamaan air akan menjadi jernih secara perlahan-lahan. Barulah setelah kondisi air tampak stabil, Anda bisa memasukkan ikan ke dalam aquarium tersebut.
    2. Wajib hukumnya bagi Anda untuk mengganti kapas filter secara periodik. Kapas yang sudah kotor dan berwarna kehitam-hitaman harus dikeluarkan dari dalam filter dan diganti dengan kapas yang baru. Jika kebetulan sedang malas, Anda boleh sesekali mencuci kapas yang telah kotor tadi lalu memasangnya kembali. Tetapi hal ini tidak disarankan untuk dilakukan secara terus-menerus karena kapas yang telah dicuci ini masih banyak mengandung kotoran yang menempel di dalamnya.
    3. Arang aktif sebagai filter kimia juga wajib diganti setidaknya 3 bulan sekali. Penggantian arang yang lama dengan arang aktif baru ini dimaksudkan supaya kinerjanya tetap terjaga. Perlu diketahui, arang yang sudah tidak aktif lagi tidak mempunyai kemampuan untuk menyerap kotoran-kotoran yang terlarut di dalam air. Akibatnya air yang masuk ke filter saat dikeluarkan pun masih mengandung kotoran.
    4. Berikanlah pakan dalam porsi yang wajar kepada ikan-ikan hias peliharaan Anda. Bila Anda memberikannya dalam jumlah yang berlebihan, Anda bukan menyayangi ikan tersebut, tetapi meracuninya. Sisa pakan yang tidak dimakan oleh ikan akan mengendap di dasar akuarium kemudian berubah menjadi racun. Sebaiknya berikanlah pakan sedikit demi sedikit namun sering. Hentikan pemberian pakan jika ada pakan yang tidak dimakan ikan lebih dari 5 menit.
    5. Ketika filter ini sedang dinyalakan, jangan pernah memberikan obat-obatan apapun ke dalam aquarium. Hal ini dilakukan untuk mencegah berubahnya sifat obat tersebut menjadi racun karena mengalami pemrosesan oleh media-media di dalam filter. Apabila Anda berniat untuk memberikan pengobatan kepada ikan, maka sebaiknya filter dimatikan terlebih dahulu 24 jam sebelumnya.