Hobi
Nov19

A-Z : Cara Memelihara Ikan Hias di Akuarium

Memelihara ikan hias di akuarium menjadi kesenangan tersendiri bagi sebagian besar orang. Pasalnya dengan melakukan hobi tersebut, kita bisa menikmati keindahan dunia di bawah air setiap saat. Bayangkan betapa menariknya ikan-ikan hias yang berenang kesana kemari berpadu dengan panorama aquascape.

Namun untuk dapat memelihara ikan di akuarium ini tidak segampang kelihatannya. Dibutuhkan persiapan yang matang terkait media, wadah, dan alat pemeliharaan. Selain itu, Anda juga wajib mempelajari karakteristik dari ikan hias yang ingin dipelihara termasuk sifat, perilaku, dan pakan. Jangan sampai ikan hias tersebut malah mati di tangan Anda akibat pola pemeliharaan yang keliru.

cara-memelihara-Ikan-hias-di-akuarium.jpg

Pengecekan Kondisi Air

Tahukah Anda, setiap daerah memiliki air dengan tingkat keasaman (pH) yang berbeda-beda. Air dikatakan asam jika kadar pH-nya di bawah 7, sedangkan air basa mempunyai pH di atas 7. Kebanyakan ikan hias hidup di air dengan kadar keasaman antara 6,5-7,5.

Untuk mengetahui berapa prosentasi pH air di tempat Anda, cobalah mengeceknya menggunakan tes kit. Selain pH, tes kit juga bisa dipakai untuk memeriksa kadar amonia, nitrit, dan nitrat yang terkandung di dalam air. Selama pemeliharaan, Anda membutuhkan tes kit untuk memonitor kesesuaian pH air dengan karakteristik ikan.

Akuarium dengan Spesifikasi yang Tepat

Kami sangat merekomendasikan untuk memilih akuarium yang cukup besar. Ukurannya yang lapang memungkinkan ikan-ikan di dalamnya bisa bergerak dengan bebas. Kondisi air yang banyak juga lebih stabil daripada akuarium berukuran kecil.

Letakkanlah akuarium tersebut di permukaan yang benar-benar rata. Hindari menaruhnya di dekat jendela sebab dapat memicu pertumbuhan ganggang hijau. Pastikan tempat tersebut sulit dijangkau oleh anak-anak mengingat mereka paling suka mengobok-obok air atau memasukkan benda-benda ke akuarium.

Setelah itu, Anda bisa mulai menghiasi akuarium sesuai dengan ide aquascape yang telah dirancang. Pertama masukkan pasir dahulu dan padatkan. Kemudian taruh beberapa batu koral, akar kayu, dan karang dengan pola tertentu. Terakhir Anda bisa menanam sejumlah tumbuhan air supaya lingkungan akuarium tampak asri.

cara-pemeliharaan-Ikan.jpg

Peralatan Pendukung Akuarium

Terdapat banyak sekali alat-alat yang bisa Anda gunakan untuk mempermudah pemeliharaan ikan hias di akuarium. Namun dari sekian banyak peralatan tersebut, setidaknya ada 5 alat yang harus dimiliki yaitu aerator, heater, termometer, filter, dan lampu TL.

  1. Aerator adalah alat yang berfungsi menyuplai udara ke dalam air akuarium dan membuang sisa pembakaran keluar.
  2. Heater adalah alat yang berfungsi menghangatkan suhu air di dalam akuarium jika terlalu dingin.
  3. Termometer adalah alat yang berfungsi mengecek suhu air.
  4. Filter adalah alat yang berfungsi menyaring kotoran-kotoran di dalam air sehingga kebersihannya terjamin.
  5. Lampu TL adalah alat yang berfungsi menyinari akuarium dan mempercantik panoramanya.

Pemilihan Ikan yang Akan Dipelihara

Tingkat keasaman air menentukan jenis-jenis ikan mana yang cocok Anda pelihara. Sebagai contoh air yang bersifat asam merupakan habitat ideal bagi ikan discus dan ikan arwana. Jangan pernah memaksakan memelihara ikan yang tidak sesuai dengan kondisi air di tempat Anda. Tidak hanya Anda bakal kerepotan dalam mengkondisikan akuarium setiap hari, tetapi juga ikan-ikan akan menjadi korban karena dipaksa untuk melakukan adaptasi berkali-kali. Tak kalah penting, Anda juga perlu menjaga kestabilan pH air. Perubahan pH yang terlampau drastis seringkali mengejutkan ikan, menyebabkannya stres, dan akhirnya mati.

Perbandingan yang ideal antara ukuran ikan dan kapasitas air adalah 1 cm : 1 galon. Sebagai contoh, ikan yang berukuran 3 cm membutuhkan air sebanyak 3 galon. Jadi perhatikan ukuran akuarium yang sudah Anda beli sebelumnya. Ingat untuk mengkarantina ikan selama beberapa saat sebelum Anda melepaskannya ke akuarium.

Sebagaimana manusia yang memiliki sifat berbeda-beda, karakteristik masing-masing ikan hias pun berlainan. Ada ikan yang senang memakan lumut, ikan yang sensitif terhadap air kotor, ikan predator, ikan yang hobi bersembunyi, dan lain-lain. Jadi sebelum Anda memutuskan untuk membeli suatu spesies ikan, pelajari juga hal-hal terkait ikan tersebut secara lengkap. Cari tahu juga apa makanan alaminya, bagaimana kondisi air yang ideal, seberapa rentan terhadap serangan penyakit, hingga peralatan yang dapat mendukung pertumbuhannya. Pada saat Anda memelihara ikan di akuarium berarti Anda sudah berkomitmen untuk menyediakan sebagian waktu dan kehidupan Anda guna merawat ikan-ikan hias yang dipelihara.

cara-merawat-Ikan-hias.jpg

Pakan Ikan di Akuarium

Ikan-ikan yang Anda pelihara boleh diberikan pakan berupa pakan alami dan pakan buatan. Contoh-contoh pakan alami yaitu kutu air, cacing rambut, cacing sutra, jentik nyamuk, plankton, dan protozoa. Sedangkan contoh pakan buatan misalnya pelet, tahu, dan marus.

Pakan alami yang akan diberikan kepada ikan perlu dicuci bersih terlebih dulu. Tidak menutup kemungkinan pakan yang kotor mengandung penyakit yang bisa menular ke ikan peliharaan. Sementara itu, pemberian pakan buatan tidak boleh dilakukan terlalu sering dan sebatas sebagai pengganti pakan alami untuk sementara waktu. Jumlah pakan yang diberikan harus disesuaikan dengan jumlah ikan yang dipelihara. Pakan yang mengendap akan membusuk dan berubah menjadi racun seiring berjalannya waktu.

Sebagai makhluk hidup, ikan mengeluarkan kotoran-kotoran yang bersifat racun. Kotoran tersebut harus segera diuraikan oleh bakteri melalui proses filtrasi biologis sebelum mencemari lingkungan air. Kebanyakan para penghobi pemula kurang menyadari hal ini sehingga siklus nitrogen menyebabkan ikan-ikan peliharaan mati secara mendadak.

Merawat ikan hias di akuarium sebenarnya tidak terlalu sulit. Apalagi jika Anda benar-benar seorang pecinta ikan sejati. Yang paling penting adalah Anda harus memahami apa yang ikan peliharaan Anda mau. Sediakan akuarium yang ideal, air yang sehat, dan pakan yang mereka sukai. Jadi, selamat datang di dunia pemeliharaan ikan di akuarium ya!