Furnitur
Jun8

Perbedaan Seni Ukiran Kayu Jepara dan Bali

Seni ukir merupakan kebudayaan yang berasal dari Indonesia. Ada banyak sekali daerah di negara kita yang memiliki karakteristik ukiran khasnya. Pada dasarnya, ukiran dibuat dengan memahat permukaan kayu hingga membentuk suatu motif tertentu. Dibutuhkan rangkaian proses yang sangat panjang untuk membuat suatu karya seni ukiran. Oleh karena itu, para pengrajin membutuhkan keuletan dan kesabaran yang tinggi di samping keterampilan yang dimilikinya.

Dari sejumlah wilayah yang mempunyai khasanah seni ukir di Nusantara, dua di antaranya yang mempunyai peminat paling banyak ialah Jepara dan Bali. Ukiran khas dari kedua daerah ini sama-sama tampak indah sekali. Detailnya pun sangat rumit. Begitu pula dengan nilainya yang tinggi karena termasuk kerajinan tangan yang unik. Namun jika diperhatikan dengan teliti, ukiran kayu Jepara berbeda dengan ukiran kayu Bali. Terdapat sejumlah faktor yang menjadi pembeda dari keduanya. Apa sajakah itu?

Seni Ukiran Kayu Jepara

seni-ukir-kayu-jepara.jpg

Jepara adalah penghasil ukiran kayu terbaik di negeri ini. Bahkan pamor seni ukiran kayu khas dari salah satu kabupaten di Jawa Tengah ini sudah sampai ke kancah internasional. Begitu banyak negara-negara yang mengagumi hasil karya seni ukir yang dibuat oleh para pengrajin di Jepara. Hal ini tidak terlepas dari orisinalitas karakteristik ukiran yang diusung meliputi motif, corak, serta tampilannya.

Motif ukiran khas Jepara biasanya berupa daun pokok yang membentuk relung. Pada bagian ujungnya terdapat daun krawing yang menjuntai dan memiliki pola yang dinamis. Sedangkan tangkai relungnya berukuran cukup panjang serta melingkar. Sejumlah ukiran juga menampilkan daun trubusan yang keluar bebas di setiap tangkainya. Motif ukiran khas Jepara ini sendiri terinspirasi oleh tanaman yang tumbuh secara menjalar.

Hal lain yang menjadi ciri khas ukiran Jepara ialah coraknya yang dibuat sangat rapi dan tidak terkesan kaku. Hasilnya ukiran tersebut tampak begitu indah, menarik untuk dilihat, tidak membosankan, dan banyak yang menyukainya. Karena penampilannya yang begitu fleksibel, ukiran ini bisa diterapkan untuk sisi bagian interior maupun eksterior bangunan. Ukiran ini tidak terbatas diaplikasikan pada perabotan atau furniture seperti meja, kursi, dan lemari. Tetapi kusen, pintu, dan jendela pun cocok sekali dihiasi ukiran kayu Jepara ini.

Bila Anda amati secara lebih mendetail, Anda akan menemukan bahwa ukiran kayu khas dari Jepara ini berbeda daripada karya seni buatan wilayah lain. Apakah itu? Karya seni Jepara ini dapat dilihat dari kedua sisi yang berlainan. Misalnya untuk motif keluarnya daun trubusan yang ada di bagian tangkai dan cabang, motif tersebut bisa dinikmati dari dua sisi yang berbeda. Selain itu, motif ukiran khas Jepara juga selalu mengikuti perkembangan zaman. Meskipun ada aturan yang harus diikut, tetapi motif tadi boleh dikombinasikan dengan bentuk-bentuk yang lain.

Seni Ukiran Kayu Bali

seni-ukir-kayu-bali.jpg

Wilayah lain di Indonesia yang terkenal akan seni ukiran kayunya yaitu Bali. Bali pun tidak mau kalah sebab karya seni buatan para pengrajin lokal juga sudah mendunia. Adapun sentra produksi ukiran di Pulau Bali terletak di Kabupaten Gianyar. Produk unggulannya paling banyak berupa patung, topeng, bunga kayu, dan gantungan kunci.

Hasil kerajinan ukiran kayu Bali juga memiliki kekhasan tersendiri yang tidak dapat ditemukan pada kerjinan ukiran dari daerah-daerah yang lain. Keunikan tersebut tidak lain berkat warisan dari Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Pajajaran. Salah satunya terletak pada daun pokoknya yang berbentuk cembung atau melingkar. Kemudian di bagian tengah dan bagian paling tinggi dari daun pokok tersebut ada motif berupa pecahan anak daun. Kekhasan selanjutnya yakni angkup yang membentuk ikal, lalu tumbuh sunggar pada benang daun pokoknya. Benangan ini sendiri berbentuk miring sebagian dan cembung.

Selain motif bunga dan daunnya yang selalu berbentuk cembung atau cekung, ada yang unik lagi dari ukiran kayu ala Bali ini. Keunikan tersebut adalah bahan kaca yang selalu digunakan sebagai kombinasi dari bahan kayu. Hal ini membuat tampilan karya seni begitu mewah. Contoh nyatanya adalah pemakaian simbar yang menjadi kekhasannya. Simbar ini biasanya dipasang di bagian depan pangkal daun pokok. Bentuknya disesuaikan dengan motif alur yang dibuat. Hasilnya terciptalah paduan yang sangat harmonis dan mempunyai nilai yang mahal.