Furnitur
Dec6

Macam-macam Bahan Pembuat Karpet dan Karakternya

Sebagai pemanis lantai, macam-macam bahan pembuat karpet saat ini sudah sangat beranekaragam. Setiap bahan ini mempunyai karakteristiknya masing-masing, sehingga cocok diterapkan untuk menciptakan suatu kesan tertentu. Sebagai contoh, karpet karet yang tampak sesuai saat berada di rumah minimalis, atau karpet wol yang terlihat sangat klasik.

Nah, berikut ini berbagai macam bahan pembuat karpet yang perlu anda ketahui :

karpet-wol.jpg

Karpet pertama yang paling banyak penggemarnya berbahan dasar wol. Bahan ini kebanyakan diambil dari bulu domba, meskipun ada juga wol dari bulu kambing dan lama. Kelebihannya, bahan ini memiliki warna yang tak mudah memudar dan tahan terhadap cuaca. Kesan yang ditampilkan oleh karpet wol membuat lantai tampak mewah.

karpet-vinyl.jpg

Bahan karpet yang kedua adalah vinyl. Ciri khasnya, bahan vinyl ini terasa halus dan tampak mengkilap bila terkena cahaya. Di pasaran, ada cukup banyak motif vinyl yang bisa anda pilih seperti motif catur, abstrak, kayu, granit, dan marmer. Biasanya karpet vinyl ini dijual dalam ukuran yang kecil, di mana anda perlu menyambung masing-masing vinyl sehingga ukurannya sesuai dengan luas ruangan.

karpet-karet.jpg

Selanjutnya adalah karpet yang terbuat dari karet. Pilihan motif karpet karet sangat banyak sehingga akan mempermudah anda dalam memilih mana yang tepat. Umumnya, karpet ini dijual secara potongan dan meteran. Karena bahannya yang sederhana, karpet karet paling sesuai diterapkan sebagai penghias lantai minimalis.

karpet-kulit.jpg

Selain karpet wol, lantai rumah mewah juga bisa dipercantik dengan karpet berbahan dasar kulit hewan. Setidaknya ada dua macam pilihan karpet kulit, yaitu kulit polos dan kulit bertekstur. Bahan kulit polos berasal dari sapi atau kambing, sementara bahan kulit bertekstur dari ular dan buaya. Pastikan karpet kulit yang anda beli bersifat legal dan terbuat dari hewan yang diternakkan sehingga tidak merusak ekosistem alam.

karpet-anyaman.jpg

Bahan karpet yang kelima berasal dari batang tumbuh-tumbuhan yang dikeringkan. Biasanya, tanaman yang dipakai seperti batang padi, eceng gondok, dan rumput laut yang kemudian dijemur agar mengering. Dibuat dengan teknik anyaman, karpet ini cocok sekali diterapkan jika anda menginginkan suatu sentuhan tradisional dan natural. Sayangnya, karpet anyaman rentan terkena noda dan cukup sulit membersihkannya tanpa merusak bahan karpet tersebut.

karpet-bambu.jpg

Di Indonesia, bambu juga sering menjadi bahan karpet yang nyaman. Siapa sangka, batang bambu yang terkenal kuat dan keras ini bisa menjadi alas ruangan yang begitu hangat. Khusus karpet bambu modern, serat bambu yang keras dan tajam sudah diberikan finishing sehingga lebih halus dan aman. Meskipun tampak sangat menarik, karpet bambu tergolong mudah rusak.

karpet-kain.jpg

Untuk bahan karpet yang lebih awet, anda bisa memilih karpet kain. Terlebih jika karpet tersebut dibuat dari kain perca yang dianyam secara acak, karpet akan semakin tebal dan bertambah hangat. Karena bahannya yang fleksibel, karpet kain bisa diterapkan pada berbagai desain rumah. Pilih karpet yang bermotif rumit untuk ruangan bergaya klasik, dan corak sederhana untuk ruangan yang bernuansa modern.