Furnitur
Sep10

Keunggulan dan Kelemahan Bambu Sebagai Bahan Bangunan

Apakah keunggulan dan kelemahan bambu sebagai bahan bangunan? Bambu merupakan tanaman rumput-rumputan yang mempunyai batang berongga dan beruas. Bambu tercatat sebagai tanaman dengan tingkat pertumbuhan paling cepat di dunia, yakni lebih dari 60 cm per hari. Bambu tersebar di seluruh belahan dunia kecuali Eropa dan saat ini terdapat 1450 spesies bambu yang diketahui.

keunggulan-dan-kelemahan-bambu-sebagai-bahan-bangunan.jpg

Bambu

Perkembangan dunia arsitektur di Indonesia tidak terlepas dari penggunaan bambu untuk bahan bangunan. Tidak hanya alat dan perabotan saja, tetapi bambu juga sering dipakai pada pembuatan konstruksi bangunan. Bambu diklaim memiliki tingkat kekuatan yang setara dengan besi dan baja asalkan sudah diolah sedemikian rupa terlebih dulu. Namun karena merupakan produk alami, karakteristik bambu tidak seragam sehingga bakal sedikit menyulitkan kita saat pemasangannya.

Berikut ini keunggulan-keunggulan bambu sebagai bahan bangunan :

1. Harganya Lebih Murah

Bambu merupakan material yang dibandrol dengan harga relatif murah. Rata-rata harga bambu saat ini berkisar antara Rp8.000 hingga Rp15.000 per batang tergantung kualitas. Coba bandingkan dengan harga kayu ukuran reng dan usuk saja, selisihnya sudah setengahnya. Itulah kenapa bambu bisa menjadi salah satu material yang direkomendasikan untuk menghemat budget pembangunan.

2. Memiliki Bobot yang Ringan

Bentuknya yang tidak padat alias memiliki rongga di dalamnya otomatis membuat bambu memiliki bobot yang lebih ringan daripada material-material yang lain. Hal ini memungkinkan distribusinya bisa dikerjakan lebih mudah, pun demikian dengan pemasangannya. Bambu juga gampang dibentuk sesuai keinginan penggunanya.

3. Bersifat Elastis

Bambu adalah bahan bangunan yang memiliki tingkat elastisitas yang tinggi. Material ini bisa mempertahankan kedudukannya dengan baik. Hal ini pula yang menjadikan bambu sebagai material terbaik untuk bangunan yang berdiri di daerah-daerah rawan gempa. Kalaupun bangun rubuh, bobot bambu yang ringan tidak begitu membahayakan penghuni bangunan tersebut.

4. Ramah Lingkungan

Salah satu alasan kenapa bambu termasuk bahan yang ramah lingkungan yaitu bambu mudah sekali hidup di suatu tempat. Tingkat pertumbuhannya pun tergolong yang paling cepat di dunia. Bambu yang layak digunakan biasanya berusia antara 3-5 tahun.

5. Setara dengan Baja

Bambu mempunyai tingkat kuat tarik yang setara dengan baja berkualitas sedang pada berat jenis yang sama. Bahkan bambu yang sudah diawetkan terlebih dahulu diklaim sangat kokoh untuk dijadikan kolom bangunan bertingkat. Perlu diketahui, kabar hebatnya bambu dalam menopang bangunan sudah lama tersiar di masyarakat Indonesia terbukti dari banyaknya bangunan-bangunan kuno yang menggunakan bambu sebagai penopangnya.

6. Tampilannya Sangat Alami

Bagi pecinta desain natural alami, bambu adalah opsi yang terbaik. Bagaimana tidak karena kesan alami yang dapat ditimbulkan dari material ini begitu kuat. Untuk dekorasi, bambu biasanya dihadirkan dalam bentuk perabotan, hiasan dinding, aksesoris, dan lantai.

Sedangkan kelemahan-kelemahan bambu antara lain :

1. Karakteristiknya Tidak Seragam

Karena langsung dari alam dan bukan buatan pabrik, karakteristik bambu tidak pernah sama. Diameter yang berbeda-beda memerlukan ketelitian dalam proses seleksi bambu tahap awal. Coba perhatikan, jarak ruas di bambu pun tidak pernah sama dari bagian ujung sampai pangkal. Hal ini menyebabkan kesulitan tersendiri dalam memadukan bambu-bambu secara harmonis.

2. Detail Sambungan yang Rumit

Kendati tergolong material yang kuat, bambu memiliki kelemahan pada detail sambungannya. Sambungan antar-bambu yang membentuk struktur mempunyai tingkat kesulitan yang rumit. Sehingga diperlukan penguasaan bambu yang mendalam sebelum dapat menggunakannya dengan baik.

3. Rentan Serangan Rayap

Rayap juga dikenal suka sekali menggerogoti bambu. Jika sudah diserang, tentu kekuatan bambu akan berkurang drastis dan cepat rusak. Solusi mengatasi kejadian buruk ini adalah dengan mengoleskan cairan anti-rayap di permukaan bambu secara berkala.