Furnitur
Sep13

Ini Dia, 5 Ciri-ciri Desain Pintu Rumah Klasik

Desain pintu klasik mungkin kalah pamornya dengan gaya-gaya pintu rumah yang lainnya. Akan tetapi, pesona pintu yang megah, anggun, dan seimbang ini tetap memancar kuat bagi para pecinta gaya klasik.

Salah satu kelebihan dari pintu klasik adalah mudah dipadupadankan dengan gaya rumah yang lainnya. Misalnya saja, jika anda telah mengusung konsep modern pada rumah anda, maka penambahan pintu ini akan menciptakan rumah yang bergaya modern klasik. Begitu juga bila anda menyukai desain tradisional, gaya klasik akan menjadikan rumah yang telah dibangun terlihat lebih megah.

Bagaimana pintu klasik dirancang? Berikut ini ciri-cirinya :

1. Pintu yang Berpasangan

Jika anda bertanya apa yang paling membedakan antara pintu klasik dengan yang lainnya? Maka jawabannya terletak pada pintunya yang dobel alias berpasangan. Pintu dibuat dengan memperhatikan keseimbangan antara pintu satu dengan pasangannya. Itu sebabnya, kedua pintu dibuat sedemikian agar seolah nampak menyatu. Selain tampak mewah, model pintu berpasangan ini juga terlihat lebih anggun.

2. Warna Cokelat

Karena desain klasik telah lama lahir, maka ada kemiripan warna yang biasa dipakai oleh pintu tradisional. Pada umumnya, pintu klasik juga dihiasi dengan plitur. Penggunaan plitur dinilai mampu mempertahankan warna cokelat asli kayu yang cantik dan menciptakan kesan megah berkat efek mengkilapnya. Kadang-kadang, warna pintu juga dikombinasikan dengan warna hitam dan emas untuk menciptakan kedinamisan.

3. Ukurannya yang Tinggi

Karena dipengaruhi oleh gaya kolonial, pintu klasik umumnya dibuat dengan ukuran yang cukup tinggi. Rata-rata tinggi setiap pintu ini adalah sekitar 2,5 meter. Ukurannya yang tinggi ini juga mampu menyeimbangkan lebar yang tercipta dari dua pintu yang berpasangan. Yang tak kalah penting, ketinggian ini harus disesuaikan terlebih dahulu dengan tinggi rumah yang tersedia.

4. Ornamen

Pintu klasik juga seringkali ditemukan dengan hiasan ornamen-ornamen yang cukup rumit. Jika pada pintu tradisional, ornamen yang dipakai hanya berputar pada ukiran-ukiran khas nusantara. Maka ornamen pintu klasik di Indonesia dipengaruhi oleh ornamen khas Belanda. Adapun ciri utama dari ornamen khas Belanda ini adalah motifnya yang sederhana, simetris, dan dikombinasikan dengan bahan logam.

5. Daun Pintu yang Kokoh

Sebagai penyempurna pesona pintu, daun pintu yang kokoh sangat serasi dengan pintu berukuran besar ini. Logam menjadi pilihan utama untuk daun pintu bergaya klasik. Sedangkan warna-warna yang bisa masuk di gaya ini adalah silver, perak, dan hitam.