Furnitur
Sep20

5 Perbedaan Furniture Built-in dan Ready Stock

perbedaan-furniture-built-in-dan-ready-stock.jpg

Saat ini, di pasaran dijual furniture built-in dan ready stock. Secara singkat, furniture built-in merupakan furniture yang dibuat atas permintaan pembelinya. Sedangkan, furniture ready stock adalah furniture jadi yang dibuat secara massal.

Meskipun keduanya sama-sama berupa furniture, ada perbedaan mencolok yang dimiliki, antara lain :

1. Desain

Perbedaan yang paling kentara terletak pada desain kedua jenis furniture ini. Pada furniture built-in, desainnya terlihat unik dan tidak pasaran karena dirancang secara pribadi. Sedangkan furniture ready stock, karena dibuat banyak sekaligus, maka modelnya pun menjadi terlihat kurang spesial.

2. Harga

Harga furniture built-in cenderung lebih mahal daripada furniture siap pakai. Hal ini dikarenakan proses pembuatan furniture built-in biasanya lebih rumit. Belum lagi jika pembeli kurang bisa mendesain produk, maka ada biaya tambahan untuk menyewa jasa desainer interior. Sebaliknya, furniture yang diproduksi secara massal berharga lebih murah karena biaya operasional dalam pembuatannya bisa lebih ditekan.

3. Kepraktisan

Pembeda selanjutnya adalah dalam hal kepraktisan saat proses pengadaan furniture tersebut. Karena barangnya sudah ada dan tersedia, maka furniture ready stock lebih praktis. Kita cukup membayar harga furniture tersebut kemudian membawanya pulang. Sementara furniture built-in memerlukan serangkaian proses yang cukup panjang dan lama. Mulai dari pembuatan desain, pemesanan, pembuatan furniture, dan seterusnya.

4. Kualitas

Pada furniture ready stock, meskipun dibuat bersama-sama, ada saja furniture yang berkualitas tinggi dan paling rapuh. Itu sebabnya, anda harus memilihnya dengan cermat. Lain lagi dengan kualitas furniture built-in, karena semua bahan disortir sendiri, maka kualitasnya tidak perlu diragukan lagi.

5. Kepuasan

Meskipun prosesnya lebih lama, tingkat kepuasan furniture built-in bisa mencapai seratus persen. Mengingat desain furniture tersebut sudah disesuaikan dengan desain ruangan yang akan ditempati. Apalagi jika desainnya dikerjakan oleh anda sendiri. Sayangnya untuk furniture ready stock, meskipun lebih praktis, terkadang ukurannya kurang sesuai dengan ruangan yang kita miliki.