Desain
Jul30

Merancang Interior Rumah Klasik Ala Yunani dan Romawi

desain-rumah-klasik.jpg

Tahukah Anda, konsep interior rumah klasik berasal dari peradaban Yunani dan Romawi. Jenis konsep ini berfokus pada penciptaan ruangan yang dipenuhi dengan suasana keharmonisan, keseimbangan dan kesempurnaan. Untuk menjaga nilai-nilai tradisi yang terkandung di dalamnya, sangat penting bagi Anda untuk mengetahui teknik dasar pembuatan dekorasi yang satu ini.

Bagaimana Cara Merancangnya?

Ruangan yang dirancang dengan gaya klasik memiliki titik fokus yang berukuran besar. Perapian besar, meja besar, atau tangga rumah yang mewah adalah contoh titik fokus yang sering digunakan. Setelah titik fokus sudah ditentukan, penambahan furnitur lain di sekelilingnya dilakukan untuk memperkuat keberadaan dari titik fokus yang dipilih. Dengan demikian, kesempurnaan ruangan pun dapat tercapai karena semua unsurnya saling melengkapi.

Konsep dasar dalam pembentukan ruangan klasik adalah penataan ruangannya yang dilakukan secara simetris. Jika kita mengambil sebuah garis tepat di tengah-tengah ruangan, maka sisi ruangan pertama akan memancarkan suasana dari sisi yang lainnya. Penataan furnitur yang ada di dalamnya pun dilakukan dengan sangat rapi.

Warna-warna yang digunakan di dalam desain ini biasanya terinspirasi oleh alam. Sebagai contoh, warna biru gelap, coklat, kuning, hijau dan jenis warna tanah. Penambahan warna hitam dilakukan untuk menegaskan objek tersebut. Ornamen seperti ukiran khas Romawi, patung dan vas besar juga sering dijumpai di rumah bergaya klasik.

Adapun untuk bahan hiasan yang sering digunakan dalam desain klasik adalah kain. Kain yang dipilih biasanya berjenis linen, katun atau lainnya yang terlihat elegan. Apabila ingin bermain dekorasi dengan kain, Anda bisa memadukan kain sutra dengan katun atau linen. Beludru juga banyak digunakan di dalam konsep klasik, meskipun kain ini hanyalah berfungsi sebagai kain pelengkap.

Untuk bagian lantai interior, pemilihannya tidak jauh berbeda dengan jenis lantai yang sering digunakan oleh masyarakat Yunani dan Romawi pada zaman dulu. Kayu, marmer dan batu tulis adalah contoh jenis lantai yang ideal. Marmer dan batu tulis ini bisa disusun secara geometris agar menghasilkan tampilan yang menarik.

Untuk penataan yang terakhir adalah penggunaan motif. Motif dengan pola apapun cocok untuk gaya klasik. Adapun untuk motif yang terbaik adalah motif garis yang berukuran besar. Ruang klasik bukan ditujukan untuk ruangan yang penuh keramaian, melainkan ruangan ini diciptakan untuk mendapatkan suasana rumah yang tenang dan mewah.