Makna Spiritual Desain Rumah Tradisional Bali

Sebuah bangunan tradisional rumah bergaya puri dengan dominasi batu bata merah dan relief ukiran yang terbuat dari batu paras memberikan kesan tenang dan sejuk. Inilah rumah khas Bali yang selalu menjadi inspirasi dalam mengungkapkan keindahan, kedamaian, dan kenyamanan bagi penghuninya. Arsitektur tradisional Bali memiliki kerumitan dan kompleksitas bangunan yang justru membawa gairah spiritual artistik yang dalam dan berwibawa.

Memang rumah Bali bukanlah bangunan yang sederhana, karena segala sudut dan posisi bangunan memiliki arti yang mengandung nilai-nilai filosofis dan kedalaman spiritual. Namun justru dari ketidaksedehanaannya tersebut kekuatan rumah Bali mampu memancarkan keindahannya.

desain-rumah-tradisional-bali.jpg

Dalam komposisi rumah Bali, ruangan demi ruangan tidak berada dalam satu ruang bangunan, melainkan terpisah satu sama lainnya. Bangunan dapur justru terletak di depan yang konon berfungsi agar Dewa Brahma selalu menjaga dan mengirim berkah untuk rumah sekaligus penghuninya.

Di dapur yang juga sering disebut sebagai bangunan Brahma ini tidak boleh ada bangunan di atasnya. Dapur memang dipercaya sebagai bangunan yang memiliki kekuatan karena dari dapurlah kemakmuran dan kesejahteraan itu nampak dalam sebuah kehidupan rumah.

Dalam sebuah komplek rumah Bali yang paling sering ditemui biasanya terdapat lima Bangunan yang memiliki fungsi berbeda-beda. Seperti bangunan ruang tamu adalah bangunan ruang utama dalam rumah Bali. Di ruang tamu inilah, penghuni rumah menyambut tamu-tamu yang datang.

Kemudian juga terdapat Kemulamtasu atau sering disebut pura keluarga. Kemulamtasu adalah sebuah bangunan dalam rumah Bali yang merupakan tempat kehidupan sehari-hari penghuni rumah. Di dalam bangunan inilah keluarga berkumpul dan bercengkerama. Juga di dalam Kemulamtasu itu kamar-kamar anggota keluarga dibangun.

Selain Kemulamtasu, di komplek rumah Bali juga terdapat Balai Saka, di mana dalam bangunan ini kita akan melihat banyak tiang atau saka yang mengandung makna magis. Tiang-tiang ini dipercaya sebagai bagian ritual antara Dewa dan manusia. Biasanya Balai Saka digunakan untuk acara upacara ritual seperti potong gigi dan lain-lainnya.

Pura atau tempat ibadah umat hindu adalah bangunan yang tidak pernah ditinggalkan di dalam sebuah rumah Bali. Karena selain sebagai tempat untuk melakukan ibadah di rumah, Pura juga memiliki fungsi untuk menyucikan kehidupan rumah tangga.

Inilah gambaran dari kerumitan rumah bergaya arsitektur tradisional Bali yang setiap struktur bangunannya dibangun dengan struktur bernuansa spiritual. Dengan memaksimalkan fungsi bangunan, rumah Bali memang merupakan sebuah tradisi arsitektur yang hingga kini tetap dipertahankan masyarakat Bali untuk mencapai antara dunia dan surga melalui sebuah bangunan rumah hunian.