Ini Perbedaan Desain Rumah Modern dan Kontemporer

Seperti kita ketahui, desain rumah modern dan kontemporer kedua gaya ini sering digunakan baik pada pembuatan struktur bangunan, interior, maupun furnitur. Yang menarik, meskipun gaya modern dan kontemporer terlihat sangat mirip, ada perbedaan mendasar dari kedua macam aliran desain ini.

Berikut ini perbedaan-perbedaannya :

Tren dan Futuristik

Secara prinsip, pembuatan desain rumah kontemporer menggunakan elemen-elemen yang sedang populer. Oleh karenanya, desain ini bersifat dinamis dan terus mengalami perubahan.

Sedangkan, konsep modern selalu mengacu pada prinsip desain yang akan datang. Gaya-gaya futuristik yang diprediksi akan booming di masa depan diterapkan pada rumah sehingga tampil lebih modern. Di sisi lain, desain ini juga mampu menciptakan kesan unik akibat elemen yang digunakan biasanya berwujud baru.

Salah satu alasan kenapa gaya modern dan kontemporer dikatakan mirip adalah elemen futuristik yang digunakan pada konsep modern terkadang menjadi tren dengan cepat. Sehingga, penggunaannya pun sudah sangat meluas dan bersifat kontemporer.

Atap Datar dan Bebas

Salah satu bagian yang paling mencolok pada rumah modern adalah atap datar. Atap datar yang nyaris tanpa lekukan masih menjadi ciri khas dari rumah bergaya ini. Sementara itu, meskipun beberapa rumah kontemporer juga menerapkan atap yang terlihat datar, tetapi bentuk atap menggunung juga masih boleh diaplikasikan.

Interior Terbuka dan Terhubung

Penciptaan interior modern diusahakan sedemikian rupa agar tidak mengandung kesan tradisional sama sekali. Sebagai contoh, jika pada konsep tradisional seluruh ruangan dipenuhi ornamen-ornamen dekoratif, lain dengan interior modern yang justru menghindari ini. Tujuannya tidak lain yaitu menciptakan interior yang terasa lapang, sederhana, dan lebih terbuka.

Berbeda dengan interior kontemporer, tujuan utama pembuatannya adalah interior yang saling terhubung satu dengan lainnya. Misalnya, ruang makan dibuat menyatu dengan dapur atau ruang tamu digabungkan dengan ruang keluarga.

Furnitur yang Tidak Menutup Lantai dan Selera Pribadi

Pada umumnya, furnitur modern dibuat dengan tetap memperhatikan faktor lantai. Maksudnya, lantai tetap terlihat meskipun sudah ditutup oleh furnitur tersebut. Secara bentuk, furnitur modern dibuat lebih terbuka dan lebih sederhana tanpa ornamen tambahan. Meskipun begitu, kesan futuristik masih tetap dinomorsatukan.

Tren furnitur kontemporer saat ini adalah menampilkan selera dari pemiliknya. Bentuk-bentuk furnitur yang tidak biasa marak dipakai pada konsep ini. Beberapa furnitur juga banyak memakai bahan kaca sebagai penimbul kesan unik.

Bahan Sintetis dan Alami

Pada rumah berdesain modern, benda yang digunakan umumnya adalah benda yang baru ditemukan. Sebagai contoh, bahan dari kulit sintetis dan hiasan dari kaca kristal. Sebaliknya, gaya kontemporer lebih menitikberatkan pemanfaatan benda-benda alami seperti kayu, batu, beton, dan baja yang dibentuk agar memiliki nilai yang lebih tinggi.

Dinding Putih dan Partisi Kaca

Meskipun dinding berwarna putih biasanya terlihat membosankan, tapi dalam gaya modern dinding seperti ini akan terlihat bersih dan segar. Warna putih mampu meningkatkan pesona ruangan dan membuatnya tampak luas. Selain itu, warna ini juga membuat benda-benda di depannya terlihat lebih jelas.

Sedangkan pada gaya kontemporer, partisi kaca dan jendela besar terlihat sangat mencolok. Jendela berukuran seperti ini mampu menghadirkan suasana yang alami di dalam interior rumah.

Lantai Terbuka dan Alami

Fokus utama pada penataan lantai rumah modern adalah lantai terlihat bersih dan lebih terbuka. Boleh-boleh saja menutupi sebagian lantai dengan karpet, asalkan motif karpet tersebut sederhana. Sementara itu, pada gaya kontemporer penekanan lantai lebih didasarkan pada jenis lantai yang terlihat alami. Pun begitu dengan karpetnya, sebisa mungkin terbuat dari bahan-bahan tradisional, bermotifkan alam dan sangat artistik.