Desain
Mar23

Ini Konsep Dasar Membangun Rumah Tahan Gempa

Bagaimanakah konsep dasar pembangunan rumah tahan gempa yang benar? Tinggal di Indonesia menuntut kita untuk selalu waspada terhadap gempa yang bisa terjadi setiap saat. Hal ini tidak lain karena negara kita dilintasi oleh dua jalur pegunungan aktif dan tiga macam lempeng bumi.

Konsep dasar pembuatan rumah yang tahan terhadap gempa sebenarnya sudah pernah dikembangkan oleh Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi (KMNRT). Konsep ini mengacu pada bagaimana membuat desain rumah yang benar, serta pemanfaatan bahan material lokal dan kemudahan pembangunan rumah tersebut.

Berikut ini kami berikan ulasan khas arafuru.com tentang konsep dasar pembuatan rumah anti gempa :

1. Sistem Pondasi Batu Kali Menerus

Agar rumah lebih tahan terhadap gempa, gunakanlah sistem pondasi batu kali menerus, yakni pondasi yang menghubungkan sloof dan pondasi dengan memakai angker setiap jarak 1/2 meter. Kelebihan dari sistem ini adalah ikatan yang terjadi antara pondasi dengan sloof bisa semakin kuat. Sehingga apabila suatu saat tiba-tiba terjadi gempa, maka ikatan pada pondasi tersebut tidak mudah lepas.

2. Gabungan Dinding Tembok dan Kayu

Dinding yang sempurna untuk rumah anti gempa adalah campuran kayu dan tembok. Adapun untuk menghubungkan kedua jenis material ini (dinding dengan kolom serta dinding dengan sloof), anda bisa membangun angker yang dipasang setiap 0,3.

Sementara itu, gaya horisontal yang biasa ditimbulkan oleh gempa bumi bisa anda antisipasi dengan memasang pengikat berbentuk silang pada setiap dinding. Jangan lupa untuk memasang balok lintel di setiap pintu, jendela, serta bukaan lebar lainnya. Pemasangan balok ini bisa anda satukan dengan kayu kusen bagian atas.

3. Pembuatan Kolom Rumah dari Kayu

Pada pembuatan kolom rumah, material yang biasa digunakan adalah kayu. Ukuran kayu yang dipakai adalah 2 x 5/10. Standar ukuran kayu kolom dibuat untuk mempermudah masyarakat dalam meniru konsep rumah tahan gempa yang sudah ada.