Cara Membuat Kolam untuk Kura-kura Air

Bagaimana cara membuat kolam untuk kura-kura air? Orang-orang pada umumnya memilih binatang peliharaan yang dapat menghiburnya. Kucing, anjing, atau kelinci mungkin sudah terlalu mainstream dan membosankan. Untuk itulah, mereka terus berusaha mencari hewan peliharaan yang unik dan tidak terlalu banyak pemeliharanya. Pilihannya pun jatuh kepada kura-kura. Daya tarik binatang ini ada pada tempurungnya.

Kura-kura termasuk binatang amfibi. Berdasarkan habitatnya, ada dua jenis kura-kura yaitu kura-kura air dan kura-kura darat. Kura-kura air menghabiskan sebagian besar waktunya di lingkungan perairan. Kura-kura ini dapat berenang dengan baik dan penyelam yang sangat handal. Berbeda dengan kura-kura darat yang sama sekali tidak bisa berenang, apalagi menyelam. Kura-kura darat akan mati tenggelam jika Anda menaruhnya di air yang dalam.

kolam-untuk-kura-kura.jpg

Oleh karena itu, kura-kura darat yang masih kecil sebaiknya diletakkan di akuarium tanpa air. Setelah kura-kura tersebut tumbuh cukup besar, Anda bisa melepasnya di halaman belakang rumah. Lain halnya dengan kura-kura air yang lebih suka berada di lingkungan perairan. Anda bisa menggunakan kolam sebagai tempat pemeliharaannya. Bagilah kolam ini menjadi dua wilayah yaitu daratan dan perairan.

Berikut contoh pembuatan kolam kura-kura air yang ideal untuk kehidupannya!

contoh-kolam-kura-kura.jpg

  1. Kolam yang dibuat memiliki ukuran yang disesuaikan dengan jumlah dan usia kura-kura yang akan dipelihara di dalamnya. Di sini kami berencana merawat kura-kura brazil yang masih kecil sebanyak 4 ekor sekaligus. Itu sebabnya, kami akan membuat kolam yang berukuran 200 x 100 cm. Semakin luas ukuran kolam yang dibuat semakin bagus sehingga memungkinkan kura-kura dapat beraktivitas dengan leluasa.
  2. Lahan yang sudah tersedia untuk pembuatan kolam lantas dibagi menjadi dua wilayah yang sama panjang yakni perairan dan daratan. Selanjutnya wilayah perairan dibagi lagi menjadi dua. Wilayah pertama ialah kolam air dengan kedalaman 30 cm. Jangan lupa berikan lubang sebagai saluran pembuangan air. Sedangkan wilayah kedua dibuat miring sebagai tempat pijakan bagi kura-kura untuk naik dari perairan ke daratan.
  3. Begitu pula dengan wilayah daratan dibagi menjadi 3 bagian yakni rerumputan, bebatuan, dan pasir. Rumput perlu ditanam untuk memberikan kesan alami serta membuat kura-kura merasa nyaman. Selain itu, adanya rumput tersebut juga berguna untuk membersihkan badan kura-kura yang telah selesai bermain pasir dan hendak menuju ke kolam air. Sehingga kebersihan air pun tetap terjaga.
  4. Wilayah daratan selanjutnya ialah bebatuan. Area ini biasanya akan digunakan oleh kura-kura untuk menikmati sinar matahari pagi dengan menjemurkan badannya. Ini merupakan kebiasaan unik yang selalu dilakukan kura-kura untuk memperkuat tulang dan tempurungnya. Anda bisa menggunakan batu koral yang berwarna-warni supaya kolam terlihat lebih indah.
  5. Bagian paling ujung dari wilayah daratan adalah bak pasir. Sengaja kami meletakkan bak pasir berjauhan dengan kolam air supaya butiran-butiran pasir tersebut tidak mengotori air. Secara tidak langsung, hal ini juga akan memaksa kura-kura untuk terus beraktivitas. Kura-kura sangat suka bermain pasir dengan cara menggali lubang menggunakan kedua kaki bagian belakangnya.
  6. Kolam kura-kura wajib diberi pagar untuk mencegahnya kabur sekaligus melindunginya dari predator. Kucing dan anjing mungkin bisa diberi peringatan agar tidak mendekati kura-kura kesayangan Anda. Tetapi tikus bisa mengancam kura-kura tersebut setiap waktu. Pagar ini dibangun dengan tinggi minimal 30 cm. Anda juga bisa memasang penutup dari kawat ram untuk meningkatkan keamanannya.
  7. Kolam yang baru selesai dibangun tidak boleh langsung digunakan sebagai wadah pemeliharaan kura-kura. Kondisi kolam ini harus dibuat steril terlebih dahulu. Caranya ialah menyikat seluruh permukaan kolam tersebut, mengisinya dengan air, lalu mengurusnya berturut-turut dilakukan selama 3-5 hari. Pada pengurasan yang terakhir biarkan kolam tetap kering selama seminggu.
  8. Usahakan rumput sudah tumbuh subur sebelum Anda memasukkan kura-kura ke dalam kolam. Maksudnya agar rumput tersebut tidak gampang mati apabila kura-kura sering bergerak di atasnya. Anda bisa memakai berbagai jenis rumput hias seperti rumput jepang, rumput gajah mini, dan lain-lain. Benih dari rumput-rumput hias tadi bisa Anda beli di TokoTanaman.com dengan harga yang lebih baik.
  9. Setelah kondisi kolam sudah dirasakan steril dan bersih, Anda dapat memasukkan air secukupnya ke kolam bagian perairan. Barulah kemudian Anda bisa melepaskan kura-kura. Pada awalnya, kura-kura mungkin akan berusaha melarikan diri dengan memanjat pagar. Namun setelah beradaptasi, semua kura-kura tersebut tampak begitu senang dengan rumah barunya.
  10. Pakan yang akan diberikan kepada kura-kura sebaiknya ditaruh di wilayah daratan. Tujuannya tidak lain untuk menjaga air kolam tetap bersih. Kura-kura merupakan binatang omnivora. Saat masih kecil, binatang ini lebih suka memakan daging, ikan, dan udang. Tetapi setelah tumbuh besar, kura-kura juga sangat menikmati buah dan sayur yang diberikan untuknya.